Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini
SEJARAH KERAJAAN MEDANG KAMULAN DI GROBOGAN (8)

Keberadaan Museum di Desa Banjarejo Grobogan Diperlukan Menyusul Semakin Banyaknya Koleksi Benda Purbakala



Reporter:    /  @ 11:00:19  /  26 Oktober 2016

    Print       Email
 Ratusan koleksi benda purbakala yang ditemukan di Desa Banjarejo. Dengan banyaknya temuan tersebut, diperlukan adanya museum untuk menampung benda bersejarah itu (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Ratusan koleksi benda purbakala yang ditemukan di Desa Banjarejo. Dengan banyaknya temuan tersebut, diperlukan adanya museum untuk menampung benda bersejarah itu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Keberadaan museum di Banjarejo saat ini tampaknya sudah sangat diperlukan. Sebabnya, jumlah koleksi benda purbakala maupun cagar budaya yang ada terus bertambah.

Saat ini, semua benda bersejarah ini sudah tersimpan jadi satu. Tepatnya, di rumah Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik. Banyaknya benda yang ada di situ menjadikan rumah Taufik saat ini terlihat seperti sebuah museum.

“Sejauh ini, kita belum punya tempat khusus yang representatif untuk menyimpan benda bersejarah tersebut. Makanya, untuk sementara saya tampung jadi satu dirumah. Tepatnya di ruang tamu depan,” cetus Taufik.

Taufik dan warga Banjarejo berharap agar kedepan ada museum yang didirikan disana. Minimal, ada tempat penampungan khusus terlebih dahulu.

Hal itu perlu dilakukan karena jumlah benda bersejarah terus bertambah tiap hari. Khususnya, benda purbakala yang mencapai 500 fosil berbagai hewan purba.

“Selama satu tahun terakhir, jumlah penemuan benda bersejarah ini meningkat pesat. Oleh sebab itu, kami butuh tempat khusus untuk menampung sekaligus memajang benda-benda bersejarah ini. Soalnya, pengunjung yang datang juga terus bertambah,” katanya.

Pada awalnya, ruang tamu di rumah Taufik masih bisa menampung benda bersejarah. Namun, saat ini agak kesulitan untuk menatanya lantaran bendanya bertambah dan lokasinya tidak terlalu luas.

Taufik mengaku, merasa bersyukur karena upaya pelestarian benda bersejarah itu mendapat dukungan warga dan berbagai pihak lainnya. Seperti dari pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dan Balai Arkeologi Yogyakarta yang memberikan penyuluhan dan pelatihan cara merawat benda-benda bersejarah. Bahkan, tim ahli dari BPSMP sempat melangsungkan kegiatan di Banjarejo selama dua minggu pada akhir tahun 2015 lalu.

Selain melakukan penelitian, tim ahli juga melakukan upaya konservasi, registrasi, dan identifikasi benda purbakala yang sudah ditemukan selama ini. Mereka ini melakukan perawatan terhadap benda purbakala agar awet dan tidak rusak. Beberapa potongan fosil juga akan dikumpulkan sesuai jenis hewannya.

Baca juga :Warga Banjarejo Grobogan Sangat Yakin jika Kerajaan Medang Kamulan Berada di Desanya

Kemudian, tim ahli juga melakukan penataan benda-benda purbakala biar terlihat rapi. Tim ini juga membuatkan tulisan singkat berisi cerita tentang benda purbakala tersebut.

“Jadi, personel BPSMP yang datang ke Banjarejo cukup komplit. Ada, ahli arkelogi, kimia, biologi, hingga desain komunikasi visual. Dengan bantuan dari berbagai pihak inilah, kondisi ruang penyimpanan benda bersejarah jadi lebih menarik,” jelasnya.

Harapan masyarakat Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus agar didirikan sebuah musem di situ tampaknya bukan suatu hal yang mustahil diwujudkan. Hal itu berdasarkan pernyataan dari Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi.

“Soal pendirian museum di Banjarejo bisa saja dilakukan dalam jangka panjang. Kita lihat dulu seberapa besar potensi benda bersejarah yang ada disana. Saya sangat mengapresiasi upaya Kepala Desa Banjarejo untuk mengumpulkan penemuan selama ini dalam satu tempat,” tegasnya.

Sukron menyatakan, proses pendirian Museum Sangiran juga dilakukan cukup panjang. Berawal dari penemuan-penemuan benda purba sejak tahun 1934 yang awalnya juga disimpan di rumah kepala desanya.

Setelah banyak baru dibuatkan tempat tersendiri dan akhirnya didirikan tempat penyimpanan hingga akhirnya menjadi sebuah museum. Kemudian, pada tahun 2007 museum itu dirombak total dan dibangun sangat besar seperti yang terlihat saat ini.

Baca juga : Sebagian Temuan Benda Bersejarah di Banjarejo Grobogan Sudah Terjual

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →