Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini
SEJARAH KERAJAAN MEDANG KAMULAN DI GROBOGAN (6)

Sebagian Temuan Benda Bersejarah di Banjarejo Grobogan Sudah Terjual



Reporter:    /  @ 19:30:30  /  25 Oktober 2016

    Print       Email
Piring Kuno Dinasti Ming Bergambar Naga Biru Ditemukan Petani saat Mencangkul di Sawah Banjarejo Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Piring Kuno Dinasti Ming Bergambar Naga Biru Ditemukan Petani saat Mencangkul di Sawah Banjarejo Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Selama 10 tahun terakhir, benda bersejarah yang ditemukan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus sudah tidak terhitung banyaknya. Baik benda purbakala berupa fosil binatang purba maupun benda cagar budaya bekas peninggalan peradaban masa lalu.

Namun, tidak semua benda bersejarah itu bisa dilihat keberadaanya. Soalnya, sebagian di antaranya sudah dijual warga yang menemukan pada pihak lain.

“Memang banyak benda bersejarah yang ditemukan warga sudah dijual. Terutama, benda yang berupa perhiasan dari emas. Hal ini memang sangat disayangkan,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.

Terkait dengan kondisi itu, selaku kepala desa, Taufik sudah membuat upaya untuk menyelamatkan benda bersejarah yang ada di desanya. Termasuk di dalamnya adalah upaya untuk menguatkan adanya bekas Kerajaan Medang Kamulan di Banjarejo.

Cara yang dilakukan, dengan mengumpulkan benda-benda kuno yang sempat ditemukan warga beberapa waktu lalu dan saat ini masih ada barangnya. Sejauh ini, upaya yang dilakukan sudah membuahkan hasil.

Sejumlah warga dengan sukarela bersedia menyerahkan benda kuno yang masih disimpan. Antara lain, puluhan koin dari tembaga yang ada tulisan huruf Cina. Selain itu, ada pula peralatan dapur dari batu dan fosil binatang purba yang dikumpulkan.

Bahkan, foto barang temuan yang sempat didapat warga juga didokumentasikan. Meski barangnya sudah tidak ada lagi. Dengan adanya foto itu setidaknya bisa jadi bahan referensi oleh peneliti.

Selain itu, upaya lainnya adalah melakukan edukasi pada warganya tentang pentingnya barang bersejarah tersebut. Untuk edukasi ini, pihaknya melibatkan berbagai instansi tarkait lainnya. Seperti dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Balai Arkeologi Yogyakarta dan Disporabudpar.

Di samping itu, edukasi juga diberikan komunitas pecinta fosil dan pengunjung dari berbagai daerah. “Kesadaran warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus untuk menyerahkan benda bersejarah yang ditemukan terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Bahkan, anak-anak juga sudah sering menyerahkan fosil yang ditemukan,” katanya.

Baca juga : Kades Banjarejo : Ada Peradaban Besar di Tempat Ini, Tapi Belum Bisa Disimpulkan Itu Kerajaan Medang Kamulan

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →