Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kemah Santri di Museum Kretek Kudus untuk Tanamkan Nilai Karakter



   /  @ 08:30:22  /  25 Oktober 2016

    Print       Email
Peserta kemah santri melakukan salat di Museum Kretek Kudus. (istimewa)

Peserta kemah santri melakukan salat di Museum Kretek Kudus. (istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 285 santri Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus mengikuti kemah santri bertajuk ”Kaderisasi Santri sebagai Pilar Bangsa” di Museum Kretek, Kamis – Jumat (20-21/10) lalu.

Kepala MI TBS, Salim melalui ketua panitia, Bajang Suntoro mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2016, sekaligus untuk menanamkan karakter kepada para santri madrasah.

”Dalam kegiatan ini, layaknya kemah pada umumnya, para santri dikenalkan dengan materi kepramukaan, kedisiplinan, tali temali, dan juga menggelar api unggun. Selebihnya, diisi dengan berbagai materi untuk memupuk karakter dan juga pemahaman keagamaan,” ujarnya di rilis persnya.

Beragam materi di luar materi kepramukaan yang umum diberikan kepada para anggota pramuka, yakni digelarnya pembacaan tahlil bersama, pembacaan Yasin, dan shalawat Al-Barzanji. ”Lainnya, shalat wajib berjamaah, salat tahajud, dan siraman rohani yang disampaikan para ustaz,” lanjut Bajang menambahkan.

Kemah yang diikuti oleh santri (siswa) kelas 3, 4, dan 5 ini, juga diberikan pemahaman mengenai kepedulian lingkungan. ”Ini diwujudkan, dengan anak-anak tidak boleh mengotori lingkungan dan membersihakn tempat kemah sebagaimana sebelumnya. Ketika pulang, santri tidak boleh menyisakan sampah,” tegasnya.

Diamini M. Ulil Albab salah satu ustaz, berpandangan, kegiatan kemah penting bagi santri, karena memberikan pengalaman berbeda kepada santri. ”Biasanya santri belajar di ruang kelas, sekarang diajak belajar di luar ruang atau alam bebas, dengan harapan ada pemahaman baru terhadap lingkungan sosial di mana para santri tinggal,” tuturnya.

Dia menambahkan, urgensi lain dari kegiatan semacam ini, juga mengajari anak-anak tentang kemandirian, kebersamaan dan kegotongroyongan. ”Ini pertama kali kemah untuk santri MI NU TBS Kudus. Ke depan, rencananya akan digelar rutin dengan perbaikan-perbaikan seperlunya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →