Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Polisi Jadi Ustadz Dadakan, Ceramah Soal Pendidikan Tertib Lalu Lintas di Pati



Reporter:    /  @ 21:09:26  /  24 Oktober 2016

    Print       Email
KBO Satlantas Polres Pati Iptu Syamsi menjadi ustadz dadakan dalam majelis pengajian perkumpulan haji se-Kecamatan Kayen. Dia menyosialisasikan materi tertib berlalu lintas di sana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

KBO Satlantas Polres Pati Iptu Syamsi menjadi ustadz dadakan dalam majelis pengajian perkumpulan haji se-Kecamatan Kayen. Dia menyosialisasikan materi tertib berlalu lintas di sana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tingginya angka kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Pati, tidak lepas dari faktor minimnya tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Dari catatan tingkat kecelakaan kendaraan bermotor, Kabupaten Pati menempati peringkat lima besar se-Jawa Tengah sebagai daerah yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, jajaran Satlantas Polres Pati terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Salah satunya, kegiatan blusukan ke sejumlah lokasi, seperti pasar, terminal, sekolah, desa-desa bahkan ke pertemuan-pertemuan majelis pengajian.

Seperti yang dilakukan KBO Satlantas Polres Pati Iptu Syamsi. Dia menjadi “ustadz” dadakan, ceramah tentang pentingnya tertib belalu lintas. Bedanya dengan ustadz pada umumnya, Iptu Syamsi tidak memberikan tausiah keagamaan, tetapi memberikan materi pendidikan tertib berlalu lintas kepada para jemaah pengajian.

“Sosialisasi bisa dilakukan di mana saja, termasuk di acara majelis pengajian. Dengan memberikan pemahaman pentingnya tertib berlalu lintas, diharapkan bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati,” ujar Iptu Syamsi, Senin (24/10/2016).

Pada kesempatan itu, Iptu Syamsi juga mengajak masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan cara mematuhi peraturan lalu lintas dan menaati rambu-rambu saat berkendara di jalan raya. Pendidikan tertib berlalu lintas dinilai sangat mudah diterima dengan pendekatan persuasif.

Dengan begitu, pola pikir masyarakat akan berubah dan selalu menjadi pelopor keselamatan bagi dirinya sendiri dan orang lain saat di jalan raya. Dalam berkendara, warga juga diimbau untuk melengkapi kendaraanya dengan surat-surat kendaraan, seperti Surat Izin Pengemudi (SIM) dan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK).

Kendati terlihat tidak sesuai dengan konteks kegiatan pengajian, tapi sosialisasi tertib berlalu lintas di majelis pengajian perkumpulan haji se-Kecamatan Kayen itu mendapatkan respons positif. Pasalnya, sosialisasi tersebut membuat mereka tahu akan pentingnya tertib berlalu lintas untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →