Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Santri di Pati Diharapkan Jadi Barometer Santri Nasional



Reporter:    /  @ 21:30:48  /  22 Oktober 2016

    Print       Email
Sejumlah santri bersama dengan ribuan santri lainnya mengikuti kirab Hari Santri Nasional dari Gedung PCNU Pati menuju Alun-alun Pati, Sabtu (22/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah santri bersama dengan ribuan santri lainnya mengikuti kirab Hari Santri Nasional dari Gedung PCNU Pati menuju Alun-alun Pati, Sabtu (22/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada sejumlah santri asal Kabupaten Pati yang memiliki kontribusi besar di Indonesia. Salah satunya, Mbah Abdullah Salam, KH Sahal Mahfudz, Gus Rozien, Ulil Abshar Abdalla, dan masih banyak lagi lainnya.

Mereka memiliki peran dan kontribusi positif dalam mengisi pembangunan di Indonesia. KH Sahal Mahfudz, misalnya. Ulama karismatik yang meninggal dua tahun yang lalu ini pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rais Aam Syuriah PBNU dari 1999 hingga 2014, Rektor UNISNU Jepara, dan meraih gelar doktor kehormatan dari UIN Syarif Hidayatullah.

Sementara itu, Mbah Abdullah Salam dikenal masyarakat Indonesia sebagai seorang ulama yang penuh dengan karomah. Bahkan, sebagian orang menganggap Mbah Dullah sebagai seorang wali yang kharismatik dan berwibawa. Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid adalah satu di antara murid Mbah Dullah.

Beda lagi dengan Ulil. Menantu Gus Mus ini lebih dikenal masyarakat sebagai santri asal Pati yang getol mengkampanyekan pentingnya pluralisme di tengah masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, budaya dan bahasa. Dengan semangat pluralisme, Ulil menganggap pluralisme adalah sebuah konsep yang harus diruwat untuk bangsa.

Gus Rozien juga merupakan santri asal Pati yang punya komitmen tinggi dalam memperjuangkan pendidikan berbasis pesantren. Perjuangannya bersama dengan para tokoh penting berhasil melahirkan Ma’had Aly, pendidikan pesantren berbasis kitab kuning yang setara dengan perguruan tinggi.

“Santri-santri di Pati memang sudah tidak diragukan lagi peran dan kontribusinya untuk bangsa. Mereka bersama dengan para santri dari berbagai daerah di Indonesia ikut berperan dalam mengisi pembangunan Indonesia lebih baik. Beliau-beliau harus diteladani para santri masa kini,” kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Ali Munfaat, Sabtu (22/10/2016).

Menurutnya, Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan dan kiprah para santri untuk bangsa. Karena itu, kirab Hari Santri dari Gedung PCNU menuju Alun-alun Pati diharapkan bisa mendongkrak semangat santri di Pati untuk selalu berjuang untuk agama, bangsa dan negara. Para santri di Pati juga diharapkan menjadi barometer santri di Indonesia.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →