Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Terbukti Pungli Rp 400 Ribu, Satu Perangkat Desa Dipecat Bupati



Reporter:    /  @ 17:32:26  /  22 Oktober 2016

    Print       Email

pungli-1

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa memutuskan untuk memberhentikan atau memecat satu orang perangkat desa, yang terbukti melakukan tindakan pungutan liar (pungli) kepada masyarakat.

Perangkat desa yang dipecat itu adalah perangkat Desa Gondosari, Kecamatan Gebog. Yang bersangkutan, diketahui telah menarik pungli sebesar Rp 400 ribu, kepada warga yang sedang mengurus berkas-berkas administrasi.

”Saya memang sudah memerintahkan untuk memberhentikan perangkat Desa Gondosari. Karena dia terbukti menerima Rp 400 ribu kepada warga, yang membuat surat keterangan yang tidak melalui prosedur,” terangnya.

Dikatakan bupati, saat ini kasus tersebut sudah ditindaklanjuti Inspektorat Kudus. Pasalnya, ada banyak pihak yang kemudian harus diperiksa terkait hal ini. ”Termasuk juga kepala desa (kades). Kita sudah perintahkan Inspektorat untuk memeriksa kasus ini,” katanya.

Pemecatan terhadap perangkat desa ini, adalah salah satu tindak lanjut dari upaya bupati, untuk memberantas pungli di wilayahnya. Sebelumnya, bupati juga sempat mengecek adanya informasi, jika guru-guru di salah satu kecamatan, ditarik pungli atas nama iuran. Namun, masalah itu sudah diselesaikan dan ditegaskan bupati untuk tidak dilakukan lagi.

Laporan soal pungli perangkat desa ini, menurut bupati, datang dari warga. Namun pihaknya tidak lantas melakukan tindakan pemecatan saat itu juga. ”Setiap ada laporan, selalu kami tindak lanjuti. Kemudian kita teliti dengan pihak-pihak terkait. Kalau memang sudah ada buktinya, baru kita lakukan tindakan. Sebagaimana kepada perangkat desa tersebut,” paparnya.

Dikatakan bupati, pihaknya memang memberikan sanksi yang tegas kepada setiap pelaku pungli. Pihaknya tidak ingin lagi ada pembinaan-pembinaan, sebagai salah satu bentuk tindakan sanksi yang diberikan. ”Kami tidak ada lagi kompromi. Tidak ada lagi pembinaan-pembinaan,” tandasnya.

Bupati mengatakan, dari sejak awal, pihaknya sudah menekankan bahwa kades itu adalah bupatinya desa. Sedangkan perangkatnya adalah pelayan masyarakat, yang harus melayani dengan tepat, cepat dan memuaskan.

”Mereka sudah tahu akan fungsi dan tugasnya. Termasuk soal kebijakan-kebijakan daerah, di mana salah satunya adalah menindak tegas soal pungli. Kami tidak ingin ada permainan-permainan seperti ini lagi. Kalau sampai ada, saya anggap bandel, karena mereka tidak melihat situasi yang berkembang. Jadi, kita tidak kompromi lagi akan pungli ini,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →