Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Goyang Poco-poco Bareng Banser pada Peringatan Hari Santri Nasional di Rembang, Heboh Bro!



Reporter:    /  @ 15:45:58  /  22 Oktober 2016

    Print       Email
Puluhan Banser saat menari poco-poco pada peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Rembang, Sabtu (22/10/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Puluhan Banser saat menari poco-poco pada peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Rembang, Sabtu (22/10/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pada rangkaian Apel Peringatan Hari Santri Nasional yang berlagsung di Alun-alun Rembang Sabtu (22/10/2016), puluhan Banser yang hadir dalam kesempatan tersebut unjuk gigi di hadapan ribuan santri.

Mereka yang mengenakan seragam khas berjoget poco-poco begitu iringan musik diputar. Langkah awal dimulai Komandan Banser, lalu menggerakkan kaki berswing ria mengikuti irama poco-poco. Goyang poco-poco ini pun semakin asyik ketika beberapa di antara peserta apel yang mengenakan sarung juga mengikui tarian poco-poco ini.

Tarian poco-poco ini semakin semarak ketika grup drum band asal Pondok Pesantren Al Anwar Sarang yang mengiringi tarian poco-poco ini juga unjuk kebolehan. Tak hanya santri, beberapa peserta apel termasuk Bupati Rembang juga tampak asyik menikmati pertunjukan tersebut.

Komandan Banser Rembang Zaenal Arifin mengatakan, tarian poco-poco seperti ini biasa dipertunjukkan pada acara-acara tertentu. “Tarian ini kan memang asli milik bangsa kita, dan gerakannya hampir mirip dengan senam serta tidak terlalu sulit untuk ditirukan semua orang. Sehingga cocok jika digelar pada acara-acara tertentu,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku begitu bangga dengan poco-poco, salah satu tarian Indonesia yang populer di kalangan segala usia, dan menilai bahwa sudah saatnya tarian ini  dilestarikan dan bisa menjadi pemersatu bangsa.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →