Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Polisi Buru Bandar Pengedar Uang Palsu di Pati



Reporter:    /  @ 14:45:43  /  22 Oktober 2016

    Print       Email
Uang palsu pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 yang disita polisi dari pelaku sebagai barang bukti. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Uang palsu pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 yang disita polisi dari pelaku sebagai barang bukti. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati terus memburu bandar atau pelaku yang terlibat dalam jaringan pengedar uang palsu di Pati. Hal itu dilakukan, setelah polisi membekuk Kulnaim, warga Tlogorejo, Tlogowungu yang tertangkap saat mencoba mengedarkan uang palsu di kawasan toserba SPBU Joyokusumo, Pati, Jumat (21/10/2016) malam.

“Pelaku sudah diamankan di Mapolres Pati. Dia sudah disidik dan diinterogasi terkait dengan asal usul uang palsu yang diedarkan hingga jumlahnya mencapai Rp 30,75 juta. Jaringan itu akan diburu, diberantas hingga tuntas,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Sabtu (22/10/2016).

Saat ini, pihaknya tengah mengembangkan kasus tersebut untuk mencari pelaku lain yang terlibat dalam pengedaran uang palsu. Pengembangan kasus juga diharapkan bisa membongkar bila ada kemungkinan bandar yang memproduksi uang palsu.

“Kami tidak mengenal kompromi untuk pelaku kejahatan di Pati. Pelaku, baik pengedar, bandar atau produsen uang palsu akan terus kami kejar. Ini sudah meresahkan masyarakat,” imbuh Kompol Sundoyo.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada bila ada kemungkinan uang palsu dalam melakukan transaksi. Pasalnya, uang palsu saat ini bentuknya hampir mirip dengan uang asli, sehingga butuh kejelian.

“Cara paling sederhana untuk membedakan uang asli dan palsu dengan 3D, dilihat, diterawang dan diraba. Uang asli warnanya lebih terang. Di pojok kanan bawah ada optical variabel ink, sisi belakang uang asli pasti ada benang pengaman yang ditanam dalam uang,” tuturnya.

Bila diraba, angka, huruf dan gambar pahlawan akan terasa kasar pada uang asli. Beda dengan uang asli yang terasa licin. Uang asli juga terdapat gambar pahlawan bila diterawang.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga untuk tidak segan melaporkan kepada polisi bila ada indikasi peredaran uang palsu. Bila dibiarkan, mereka akan melenggang dengan bebas dan menikmati transaksi dari uang palsu yang diedarkan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →