Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Penataan Lalu Lintas Jepara Termasuk Terbaik di Indonesia



   /  @ 20:00:28  /  21 Oktober 2016

    Print       Email
Kasat Lantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama, saat Sharing Session IRSA 2016 di Shangri-la Hottel Ballroom Jakarta. (Tribratanewsjepara)

Kasat Lantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama, saat Sharing Session IRSA 2016 di Shangri-la Hottel Ballroom Jakarta. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Jepara menjadi finalis Indonesia Road Safety Award (IRSA) bersama sejumlah kota lain di Indonesia. IRSA yaitu apresiasi terhadap kota atau kabupaten yang menerapkan tata keselamatan kota.

Dikutip dari Tribratanewsjepara, berdasarkan data Korlantas Polri, angka kecelakaan di Indonesia masih tinggi. Terjadi peningkatan kecelakaan dari 95.906 pada 2014 menjadi 98.970 kecelakaan pada 2015. Hal ini tentunya fakta mengkhawatirkan. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang tegas guna mereduksi angka kecelakaan di jalan.

I Wanna Get Home Safely (IWGHS) adalah bagian dari tagline kampanye keselamatan berkendara. Cakupannya adalah saat  IRSA diterapkan. Jadi, dalam kegiatan ini kota-kota dengan aplikasi tata kelola lalu lintas atau keselamatan berkendara pengguna jalan mendapat poin yang besar.

Kali ini, terdapat 92 kota dan 18 kabupaten yang direkomendasikan oleh pakar road safety sebagai nominator IRSA 2016. Jumlah tesebut mengalami kenaikan 51 persen dari tahun 2015 lalu.

Dari hasil survei dan observasi lapangan, terpilih 17 kota dan kabupaten finalis IRSA 2016 termasuk salah satunya adalah Kabupaten Jepara. Para finalis telah menjalani penjurian selama dua hari, untuk hari pertama peserta masing masing kabupaten atau kota mempresentasikan berbagai permasalahan dan keberhasilan penerapan road safety di wilayah masing-masing.

Selain itu, para finalis Juga memaparkan program kerja serta hasil evaluasi terhadap kebijakan yang telah dilakukan terkait dengan tata kelola keselamatan jalan. Selanjutnya pada hari kedua Kabupaten Jepara mendapatkan waktu pertama untuk melaksanakan Sharing Session pertama kali.

Penyelenggaraan dan penilaian IRSA disesuaikan dengan lima pilar  yang telah ditetapkan dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK), yakni Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management), Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road), Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vihicle), Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User), serta Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Post-Crash Response).

Di sela-sela kegiatan Sharing Session Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika, Indra Baruna, saat ditemui Tribratanewsjepara menjelaskan, pihaknya juga menghadirkan kota yang menjadi finalis dan sudah mempunyai praktik yang baik untuk bisa di-share bagi kota-kota lain.

“Sehingga bisa dijadikan model dan diterapkan. Dengan adanya Sharing Session ini kita ingin bahwa penerapannya bisa semakin cepat ke semua daerah,” katanya.

Ia pun berharap bahwa dalam agenda Sharing Session IRSA 2016 ini daerah-daerah yang masih tinggi tingkat kecelakaannya dapat mengambil cara terbaik atau mengambil contoh dari kota atau kabupaten yang telah berhasil menekan angka kecelakaan.

“Hal ini lebih ke arah bagaimana kita itu bisa mengambil pelajaran dari kota yang sudah menerapkan dengan baik praktik-praktik pengelolaan manajemen keselamatan di jalan. Sehingga kota atau kabupaten lain bisa meniru dan mampu mengurangi angka kecelakaan,” pungkas Indra.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →