Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

65 Penyandang Disabilitas di Grobogan Dapat Bantuan Kaki dan Tangan Palsu



Reporter:    /  @ 11:00:10  /  21 Oktober 2016

    Print       Email
Salah seorang penyandang disabilitas sedang dibantu memasangkan tangan palsu yang baru diterima (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah seorang penyandang disabilitas sedang dibantu memasangkan tangan palsu yang baru diterima (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak 65 penyandang disabilitas yang ada di Grobogan menerima bantuan kaki dan tangan palsu, Jumat (21/10/2016). Penyerahan bantuan dilangsungkan di Aula RS Yakkum Purwodadi.

Hadir dalam acara tersebut, Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki, Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi, dan Kepala Dinsosnakertrans Andung Sutiyoso. Terlihat pula, jajaran manajemen RS Yakkum Purwodadi dalam acara tersebut.

Bantuan yang diberikan ini merupakan kerja sama antara Pemkab Grobogan, RS Yakkum, Paguyuban Rantau Grobogan (PRG) Korcab Semarang dan Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD) Bantul, Yogyakarta.

“Dalam kesempatan ini, ada 65 bantuan kaki maupun tangan palsu yang kita serahkan. Beberapa waktu sebelumnya, kita juga sudah pernah menyerahkan bantuan serupa. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi penerima dan memperlancar aktivitas mereka sehari-hari,” kata Dasuki, usai menyerahkan bantuan.

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai pihak ini akan terus dilakukan. Harapannya, jumlah penerima bantuan bagi warga penyandang disabilitas di Grobogan bisa lebih banyak lagi.

Kepala Dinsosnakertrans Andung Sutiyoso menyatakan, penerima bantuan tersebut sudah menjalani proses pengukuran kaki dan tangan beberapa bulan lalu. Menurut Andung, bantuan kaki dan tangan palsu tersebut tidak bisa langsung diberikan pada para penerima.

“Pembuatan kaki dan tangan palsu tersebut dilakukan di India. Oleh sebab itu, penyandang disabilitas baru akan menerima dan bisa menggunakan bantuan itu sekitar 3 bulan setelah pengukuran,” terang Andung.

Setelah menerima, mereka nanti tidak serta merta bisa langsung menggunakan. Sebab, penerima bantuan harus menjalani proses pengepasan.Dalam proses ini, para penyandang disabilitas akan diberi pengetahuan tentang tata cara penggunaan yang benar. Sehingga bantuan bisa digunakan untuk beraktivitas tanpa menimbulkan masalah baru atau cidera pada bagian tubuh yang lain.

Andung menambahkan, pemberian bantuan kaki dan tangan palsu bertujuan meningkatkan kepedulian dan keberpihakan untuk meningkatkan kemandirian dan mobilitas penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat. Di samping itu, untuk meningkatkan akses mobilitas penyandang disabilitas terhadap pendidikan, kesehatan dan pekerjaan sebagai hak dasar manusia pada umumnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →