Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

BPBD Grobogan Bakal Libatkan Aparat Pemdes untuk Lakukan Monitoring Tanggul



Reporter:    /  @ 08:10:23  /  21 Oktober 2016

    Print       Email
Penanganan tanggul Sungai Tuntang yang jebol dilakukan secara darurat dengan memakai karung yang diisi tanah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Penanganan tanggul Sungai Tuntang yang jebol dilakukan secara darurat dengan memakai karung yang diisi tanah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, pihaknya secepatnya akan melakukan langkah monitoring kondisi tanggul di sejumlah sungai besar dengan melibatkan aparat pemerintahan desa sekitar kawasan sungai. Hal itu dilakukan karena penyebab banjir selama ini adalah jebolnya tanggul ketika elevasi sungai tersebut melebihi ambang batas.

Selain itu, kondisi tekstur tanah di Grobogan yang relatif labil menyebabkan kondisi tanggul yang sebelumnya kering bisa longsor setelah terguyur hujan deras.

Ditambahkan, berdasarkan hasil pendataan, sedikitnya ada sembilan kecamatan yang masuk wilayah rawan bencana  banjir. Yaitu Kecamatan Purwodadi, Ngaringan, Klambu, Brati, Grobogan, Gubug, Tegowanu, Kedungjati dan Godong. Kesembilan kecamatan tersebut rentan banjir karena dilewati sungai besar.

Hasil monitoring itu nantinya akan dikoordinasikan dengan pihak BBWS. Sebab, kewenangan penanganan sungai lintas kabupaten tersebut ada pada BBWS.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →