Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Disporabudpar Beri Masukan Musisi Grobogan Terkait Lagu Langgam Jawa



Reporter:    /  @ 22:21:58  /  20 Oktober 2016

    Print       Email
Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto (berdiri) menyampaikan masukan pada para musisi saat memainkan lagu langgam Jawa, Kamis (20/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto (berdiri) menyampaikan masukan pada para musisi saat memainkan lagu langgam Jawa, Kamis (20/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Selain ada penyuluhan soal HIV/AIDS, acara sarasehan dengan para musisi Grobogan yang dilangsungkan di Kantor Disporabudpar setempat juga diisi agenda lain. Salah satunya, pihak Disporabudpar menyampaikan masukan terkait maraknya lagu langgam yang disuguhkan para musisi ketika pentas.

“Diangkatnya lagu langgam Jawa saat pentas ini patut kita apresiasi. Meski demikian, dari pengamatan selama ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,” kata Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto.

Menurutnya, salah satu masukan yang diberikan adalah soal instrumen suara gendang yang dibuat dalam aransemen musik langgam tersebut. Nada ketukan masuknya suara gendang banyak yang tidak pas.

Untuk lebih memperjelas penyampaian, Marwoto kemudian meminta salah seorang pemain orgen untuk memainkan lagu langgam Jawa berjudul Nyidam Sari. Saat lagu sudah dimainkan, Marwoto beberapa kali meminta pemain orgen berhenti sejenak untuk menyampaikan penjelasan.

“Langgam Jawa ini dasar musiknya adalah gamelan. Beda dengan lagu lainnya. Jadi aransemennya juga perlu disesuaikan biar irama musiknya makin pas. Terutama, untuk suara gendangnya,” kata pejabat yang ahli memainkan semua peralatan gamelan tersebut.

Selain soal aransemen musik, Marwoto juga menyampaikan beberapa hal lainnya dalam kesempatan itu. Seperti pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama musisi dan perlunya saling koordinasi.

Sementara itu, para musisi menyambut baik adanya sarasehan yang baru kali ini digelar. Mereka berharap agar kegiatan itu bisa rutin dilakukan sehingga bisa saling memberikan masukan.

“Kita harapkan acara sarasehan ini dijadikan agenda rutin. Dari sini, kita bisa saling berbagi pengalaman atau informasi,” kata Parlan, salah satu pembawa acara atau MC yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →