Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
AYO MALU, JANGAN BAB SEMBARANGAN

Cerita Camat Rembang Ketika Lakukan Verifikasi Stop BABS, Warga di Tempat Ini Malah Asyik Nangkring di Atas Perahu Sambil……..



Reporter:    /  @ 16:30:11  /  20 Oktober 2016

    Print       Email
Camat Kota Rembang Agus Salim. Dirinya saat ini akan terus menggenjot agar wilayahnya bebas dari perilaku BAB sembarangan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Camat Kota Rembang Agus Salim. Dirinya saat ini akan terus menggenjot agar wilayahnya bebas dari perilaku BAB sembarangan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk mewujudkan daerah open defecation free (ODF) atau bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) terus digenjot. Salah satunya adalah di Kecamatan Rembang.

Camat Kota Rembang Agus Salim mengatakan, sampai saat ini, dari 34 desa dan kelurahan yang ada Kecamatan Rembang, desa yang belum ODF tinggal empat desa lagi. Selebihnya, sebanyak 30 kelurahan dan desa sudah lolos verfikasi ODF.

Namun demikian, dirinya yakin, jika pada 2017 nanti, desa atau kelurahan yang ada di Kecamatan Rembang, semuanya sudah ODF. Menurutnya, untuk menyadarkan masyarakat agar tidak BAB sembarangan, memang tidak mudah, apalagi mereka yang berada di kawasan pinggir pantai.

Bahkan, dirinya mengaku memiliki cerita yang cukup tidak mengenakkan ketika melakukan verifikasi terkait program Stop BABS. Kejadiannya sekitar tiga tahun lalu, ketika dirinya bersama rombongan tiba di salah satu desa yang berada di pinggir pantai.

“Kami dan rombongan ini untuk memverifikasi desa atau kelurahan yang sudah ODF atau belum. Nah ketika sampai di pinggir pantai, kami bertemu dengan beberapa warga yang sedang nangkring di atas perahu. Kalau nangkring saja tidak apa-apa, tapi mereka sambil BAB. Dan ketika melihat kami, mereka itu terkesan sangat biasa saja, tanpa malu atau pakewuh,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengajak warga yang sudah terbiasa BAB di pinggir pantai untuk beralih ke jamban memang tak mudah. Salah satu problemnya, menurutnya ada kebiasaan tersebut sudah ada secara turun temurun, dan hal itu dianggap biasa dan bahkan ketika sudah tersedia WC juga tidak dimanfaatkan dengan alasan pengap dan lain sebagainya.

“Untuk itu, kami terus berupaya untuk mensosialisasikan mengenai pentingnya untuk tidak BAB sembarangan. Karena, hal itu adalah untuk kesehatan dan kebersihan serta kenyamanan bersama. Kami juga menggandeng pemerintah desa dan juga pihak puskesmas,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →