Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Miris, Kasus HIV/AIDS di Grobogan Menempati Peringkat Ketiga se-Jateng



Reporter:    /  @ 14:15:47  /  20 Oktober 2016

    Print       Email
Sekretaris Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Grobogan Rahayu Ismarwini saat memberikan penyuluhan pada para pemusik yang di Kantor Disporabudpar, Kamis (20/10/2016) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekretaris Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Grobogan Rahayu Ismarwini saat memberikan penyuluhan pada para pemusik yang di Kantor Disporabudpar, Kamis (20/10/2016) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kasus HIV/AIDS di Grobogan tampaknya harus mendapatkan perhatian yang sangat serius. Sebab, jumlah kasus yang ditemukan hingga saat ini terus bertambah. Bahkan, banyaknya kasus HIV/AIDS di Grobogan ini menempati peringkat ketiga se-Jawa Tengah.

“Kasus HIV/AIDS ini memang perlu mendapatkan perhatian serius. Sebab, jumlah kasus HIV/AIDS yang berhasil ditemukan sudah cukup banyak,” kata Sekretaris Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Grobogan Rahayu Ismarwini, saat memberikan penyuluhan pada para pemusik yang dilangsungkan di Kantor Disporabudpar setempat, Kamis (20/10/2016).

Menurutnya, jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan dari 2002 sampai saat ini ada 814 kasus. Dari jumlah ini, sudah ada 136 penderita yang meninggal dunia dan 76 di antaranya adalah anak-anak.

“Penderita HIV/AIDS ini berasal dari berbagai kalangan dan usia. Ada yang anak-anak, ibu rumah tangga, dewasa, dan orang tua. Kondisi ini harus jadi perhatian kita bersama. Oleh sebab itu, melalui sosialisasi ini kita ingin memberikan informasi pada para pemusik mengenai HIV/AIDS secara lengkap,” katanya.

Salah satu upaya yang cukup efektif untuk bisa terhindar dari penularan HIV / AIDS bisa dilakukan dari masing-masing individu. Caranya, dengan berprilaku hidup sehat dan menjauhi pergaulan bebas.

Rayahu menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penderita HIV / AIDS tersebut. Mulai dari sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat, kampanye dan pembagian kondom di berbagai titik, serta pengecekan kesehatan terhadap para PSK dan lainnya.

Untuk kegiatan tersebut, KPA juga menggandeng berbagai elemen masyarakat. Seperti, LSM, ormas, tokoh agama, komunitas, sekolah, serta dinas terkait.

Sementara itu, para musisi yang hadir dalam kesempatan itu merasa senang dengan adanya informasi masalah HIV/AIDS tersebut. Sebab, selama ini, mereka hanya mengetahui secara singkat tentang penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya tersebut.

“Informasi ini sangat bermanfaat bagi kami. Dari yang disampaikan tadi kita bisa tahu apa itu HIV/AIDS, bagaimana cara penularannya dan upaya pencegahannya,” kata Bambang, salah satu musisi senior di Grobogan itu.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →