Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Cantiknya Uti, Polwan di Polres Rembang yang Piawai Bermain Ketoprak



Reporter:    /  @ 12:23:42  /  20 Oktober 2016

    Print       Email
Bripda Wahyuti, Polwan yang bertugas di Sat Lantas Polres Rembang. Bripda Wahyuti juga piawai menjadi pemain ketoprak (Dok. Humas Polres Rembang)

Bripda Wahyuti, Polwan yang bertugas di Sat Lantas Polres Rembang. Bripda Wahyuti juga piawai menjadi pemain ketoprak (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Wahyuti adalah seorang polisi wanita asal Kabupaten Rembang yang bertugas di Polres Rembang. Dara cantik yang biasa bertugas sebagai polisi lalu lintas ini, menunjukkan sisi lain dari polisi yang terkenal galak, kaku, dan menakutkan ini dia ubah menjadi sebaliknya.

Parasnya yang cantik seakan mempunyai nilai pikat tersendiri bagi sebagian orang. Wahyuti tak hanya menjadi seorang polisi, kecintaannya terhadap dunia seni tradisional juga menjadikannya sebagai seorang pemain ketoprak.

Dua peran dijalankan Bripda Wahyuti saat menjalankan tugas sebagai anggota Sat Lantas Polres Rembang, sebagai sosok tegas dan disiplin. Berbeda saat di atas panggung ketoprak, dia mampu tampil dengan lembut dan lemah gemulai.

Bripda Wahyuti usai menjalankan tugas sebagai anggota Polri masih menyempatkan bermain ketoprak. Semua tidak lepas dari keinginannnya menjaga dan melestarikan budaya Jawa. Sebelum menjadi anggota Polwan, dirinya juga sudah menjadi pemain ketoprak. Berbagai peran mampu dimainkan dengan baik hingga sekarang. Mulai peran sebagai anak raja hingga peran pembantu. Bripda Wahyuti juga dipercaya sebagai pemain utama.

Bripda Wahyuti menjadi pemain ketoprak berawal dari lingkungan keluarga ,orang tua ,saudara-saudara kakeknya yang dikenal sebagai seniman. Di rumah orang tuanya juga memiliki perangkat gamelan dan wayang kulit.

“Kali pertama main ketoprak diajak paman saya yang tinggal di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, pada 2013 lalu. Saat itu saya menunggu pengumuman hasil pendaftaran menjadi polisi . Pertama saya main juga grogi, namun lambat laun mental saya semakin matang untuk bisa bermain di hadapan banyak orang,” katanya.

Untuk bisa bermain, dirinya juga rutin mengikuti latihan, sebelum jauh-jauh hari sebelum tampil. Baik itu menghafalkan naskah atau gerakan, agar mampu tampil dengan bagus dan mendapat sambutan hangat dari penonton.

Kemudian, begitu diterima menjadi polwan, dirnya sempat berhenti latihan, sebab menjalani pendidikan. Selepas pendidikan polisi, perempuan kelahiran Rembang 26 juli 1994 kembali ikut latihan ketoprak.

Kali pertama ditempatkan Binmas Polres Rembang, banyak kegiatan berhubungan dengan masyarakat. “Kebetulan ada petugas yang sama-sama getol di bidang seni . Jadi, saya bersama unsur TNI,Perhutani,dan masyarakat membentuk ketoprak Rikkat ( Polri bersama Masyarakat ). Ketoprak ini memberikan sosialisasi tentang Kamtibmas, dan akhirnya respon masyarakat diterima positif,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →