Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Uji KIR Kendaraan Tak Lebih Satu Jam dan Ini Rincian Biayanya



Reporter:    /  @ 08:30:45  /  20 Oktober 2016

    Print       Email
Teguh Sudarsono, Kasi Teknik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Rembang. Dirinya menyatakan jika biaya uji KIR sudah ada tertera di papan pengumuman dan bisa diakses masyarakat umum (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Teguh Sudarsono, Kasi Teknik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Rembang. Dirinya menyatakan jika biaya uji KIR sudah ada tertera di papan pengumuman dan bisa diakses masyarakat umum (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Rembang Suyono melalui Kasi Teknik Teguh Sudarsono menegaskan, jika pengurusan uji kelaikan kendaraan bermotor, kini cukup cepat. Tidak lebih dari sejam.

Selain itu, menurutnya, pengurusan KIR juga dipastikan tidak ada pungutan liar (pungli) sebab, sudah ada tariff resmi yang juga dipajang. Sehingga, warga yang mengurus uji KIR bisa melihat secara langsung berapa besaran biaya uji KIR.

“Untuk biaya retribusi kendaraan penumpang berupa bus kecil atau mobil barang kategori I (501-5000 Kg) sebesar Rp 30 ribu. Kemudian, untuk bus sedang atau mobil barang kategori II (5001-10.000 Kg) sebesar Rp 32 ribu, dan untuk bus besar atau mobil barang kategori III (10.000 Kg) kereta gandeng atau tempelan sebesar Rp 35 ribu,” paparnya.

Selain itu, katanya, juga ada retribusi ujinya. Di antaranya penggantian tanda uji berkala, penggantian kartu tanda uji, uji asap (bensin dan solar) serta penggantian stiker samping.

“Untuk penggantian tanda uji berkala itu sebesar Rp 5 ribu, penggantian kartu uji berkala itu Rp. 8.500, uji asap Rp 4 ribu dan stiker samping Rp 12 ribu. Sebenarnya, setiap kendaraan itu akan membayar uji KIR maksimal Rp 64 ribuan. Sebab yang membedakan biaya retribusi itu, tidak hanya terletak di jenis kendarannya saja, melainkan di uji asap, stiker samping, kartu uji dan tanda uji,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk kriteria lulus tidaknya kendaraan yang diuji, menurutnya harus sesuai standart. Misalkan saja asapnya tidak terlalu mengepul, rem bagus, ban bagus meskipun vulkanisir, lampu sein dan sejenisnya.

“Nah, bila ada salah satu fasilitas kendaraan itu kurang bagus, maka akan diberi waktu untuk memperbaiki terlebih dahulu. Setelah itu mereka bisa uji lagi sesuai dengan rekomendasi dari Dishub. Mana yang lulus uji dan yang belum di uji,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →