Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Bandar Judi Online Internasional Tertangkap di Blora



   /  @ 17:35:18  /  19 Oktober 2016

    Print       Email
Polisi meminta keterangan kepada Bandar judi online di Mapolres Blora. (Polres Blora)

Polisi meminta keterangan kepada Bandar judi online di Mapolres Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Heri Kuswanto atau Cabuk bin Maman (29), warga Desa Gayam, RT 01 RW 02, Bogorejo, Blora yang jadi pengecer sekaligus pengepul, dan Totok Sugiarto  (24) warga Desa Nglaroh Gunung, RT 04 RW 02, Jepon, Blora(pengepul) ditangkap Polisi Blora.

Karena yang bersangkutan konangan membuka lapak judi alias jadi bandar kecil judi online melalui situs www.ttwinner.com.

Heri Kuswanto dan Totok Sugiarto ditangkap polisi, di rumah masing-masing saat sedang melayani pelanggannya yang sedang melakukan transaksi judi jenis Hongkong (HK) dan judi jenis Singapura (SGP).

Selain mengamankan tersangka Heri Kuswanto dan Totok Sugiarto, polisi juga menyita sejumlah uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 440.000, barang bukti berupa 9 bendel rekap, 3 bolpoin warna, 2 buah HP, 2 buah tas warna hitam dan coklat, sepeda motor warna hijau tanpa pelat.

“Dari hasil penyelidikan sementara, tersangka terbukti melakukan perjudian HK dan SGP tanpa izin dengan melihat hasil keluarnya nomor melalui situs internet, situs www.ttwinner.com,” ungkap Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kasat Reskrimum AKP Asnanto saat gelar kasus di mapolres setempat.

Transaksi dilakukan pelaku yang menjadi bandar kecil, melalui internet. Yang mana, aktivitas judi online ini berpusat di Hongkong, Singapura dan Amerika.

“Judi jenis online, gunakan sarana IT, komputer dan alat komunikasi HP, 2 laptop dan uang tunai. Hasil pemeriksaan jaringan di luar negeri di Hongkong dan Singapura, serta ada juga di Amerika. Judi online modus lintas negara akan kami kembangkan terus dan kemungkinan ada tersangka lain,” tuturnya.

Asnanto, menyatakan setiap pemasang yang bermain judi online tersebut akan mendapatkan keuntungan enam kali lipat setiap pasang. Rata-rata mereka memasang nomor dua angka meski ada empat angka yang akan keluar setiap tengah malamnya.

“Pelaku yang menjadi tempat pemasangan yang rata-rata kenalan teman dan tetangganya bertemu dengan bandar lewat internet. Jika pasang seribu pemasang akan dapat 60 ribu,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →