Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ruang Ekspresi Seniman di Pati Masih Minim



Reporter:    /  @ 19:12:52  /  19 Oktober 2016

    Print       Email
Sejumlah lukisan dipamerkan dalam lapak seni yang dihelat Cah Juwana Pluralitas, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah lukisan dipamerkan dalam lapak seni yang dihelat Cah Juwana Pluralitas, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ruang ekspresi untuk pegiat seni di Pati diakui masih sangat minim. Hal itu dikhawatirkan akan mengancam eksistensi dan regenerasi para pelaku seni di Kabupaten Pati.

Karena itu, para seniman biasanya membuat “panggung” tersendiri sebagai ruang ekspresi. Lapak seni adalah salah satunya. Lapak tersebut menampung beragam karya seni para pegiat seni di Pati.

“Selama ini, ruang ekspresi bagi seniman bisa dikatakan masih sangat minim. Terutama seniman yang punya sanggar seni, kendala yang dihadapi masih kekurangan ruang untuk pementasan,” kata tokoh kebudayaan Pati, AM Nugroho, Rabu (19/10/2016).

Belum lagi, kata dia, biaya sewa kostum sangat mahal sehingga susah ketika ingin melakukan pementasan. Dengan lapak seni, dia barharap bisa memberikan wadah bagi para seniman di Pati, termasuk upaya regenerasi pegiat seni.

“Kami juga berharap pemerintah peduli pada kesenian dan kebudayaan. Ruang ekspresi bagi seniman menjadi sangat penting untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan Jawa. Seni bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan informasi yang edukatif kepada masyarakat luas,” imbuhnya.

Terakhir, lapak seni di Pati digelar Komunitas Cah Juwana Pluralitas dengan menggandeng para seniman dari berbagai bidang, seperti seni tari, puisi, musik, teater, lukisan hingga seni instalasi. Lapak seni saat ini menjadi cara bagi pada seniman di Pati untuk meluapkan ekspresi dan unjuk karya seni.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →