Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
AYO MALU, JANGAN BAB SEMBARANGAN

Begini Peran PKK Agar Rembang Bebas dari Perilaku BAB Sembarangan



Reporter:    /  @ 20:10:20  /  19 Oktober 2016

    Print       Email
Ana Rini Wiharjati (kanan), anggota PKK sedang melakukan pengecekan jamban yang merupakan bantuan dari pihak swasta untuk warga di Desa Kadiwono. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ana Rini Wiharjati (kanan), anggota PKK sedang melakukan pengecekan jamban yang merupakan bantuan dari pihak swasta untuk warga di Desa Kadiwono. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk mewujudkan Rembang terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan atau open defecation free (ODF), cukup terbantu dengan keberadaan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Seperti halnya PKK Kecamatan Bulu, yang aktif mensosialisasikan pentingnya tidak buang air besar sembarangan (BABS). Selain untuk kesehatan, juga menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

“Secara bergantian kita mensosialisasikan program Stop BAB Sembarangan di semua desa yang ada di Kecamatan Bulu. Salah satunya di Desa Kadiwono. Di desa ini, memang sebagian warga masih ada yang BAB sembarangan,” ujar Ana Rini Wiharjati, Ketua PKK Kecamatan Bulu Pokja IV Bidang Kesehatan, Kelestarian Hidup dan Pelaksanaan Kesehatan.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya perlu ada pemahaman terhadap warga agar tidak lagi BAB sembarangan. “Melalui acara PKK, kita selalu mensosialisasikan mengenai program ini, dan mengimbau warga agar tidak lagi BAB sembarangan. Biasanya, kalau disampaikan secara santai dan ringan, ibu-ibu bisa mengerti dan nantinya juga diteruskan ke keluarga masing-masing,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap warga, khususnya yang kurang mampu dan belum memiliki jamban. Sehingga nantinya, dapat diusulkan kepada pemerintah daerah atau pemerintah desa untuk pengadaan jamban.

“Dari pendataan yang kita lakukan sejauh ini, sebagian bantuan pembuatan jamban sudah terwujud, baik itu bantuan dari pemerintah atau swasta. Karena, dalam hal ini kita juga menggandeng pihak swasta terkait bantuan pembuatan jamban,” pungkasnya.

Dirinya berharap, nantinya, pada 2017, sesuai dengan target pemerintah, Indonesia tak terkecuali Kabupaten Rembang sudah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan, serta menjadi daerah yang bersih dan sehat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →