Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Peringati Bulan Suro, Komunitas Cah Juwana Pluralitas Pamerkan Karya Seni



Reporter:    /  @ 17:00:43  /  19 Oktober 2016

    Print       Email
Seni tari tradisional dipentaskan pada lapak seni yang diadakan Cah Juwana Pluralitas, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seni tari tradisional dipentaskan pada lapak seni yang diadakan Cah Juwana Pluralitas, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bulan Suro ternyata tidak hanya disakralkan penduduk di sejumlah desa di Kabupaten Pati. Bulan Suro atau Bulan Muharram dalam Kalender Islam ini juga menarik perhatian para pegiat seni untuk memperingatinya dengan beragam agenda seni dan kebudayaan.

Komunitas Cah Juwana Pluralitas, misalnya. Komunitas ini juga memperingati Bulan Suro dengan berbagai agenda yang bertujuan untuk memberikan ruang, wadah atau panggung bagi para seniman di Pati.

Urip kang urup, hidup yang memberikan manfaat. Begitu tema yang diambil Cah Juwana Pluralitas dalam sebuah acara lapak seni, baru-baru ini. Tari-tarian tradisional penuh makna, puisi karya anak negeri, teater, orkes musik akustik, hingga pameran lukisan dan seni instalasi dari para seniman lintas generasi.

“Lapak seni menjadi salah satu upaya kami untuk nguri-uri kesenian di Pati. Diakui atau tidak, ruang ekspresi bagi seniman di Pati masih bisa dikatakan minim. Dengan keprihatinan itu, kami memanfaatkan momentum bulan Suro yang disakralkan dalam tradisi Jawa untuk menghelat lapak seni,” kata Sinarto, anggota Cah Juwana Pluralitas, Rabu (19/10/2016).

Selain seniman, lapak seni juga melibatkan para pelajar dari berbagai sekolah di Pati. Mereka menunjukkan berbagai mahakarya. Tak sekadar memberikan ruang ekspresi, lapak seni menjadi upaya untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan Jawa.

“Seni menjadi sarana berpikir kreatif sehingga bisa diwujudkan dalam bentuk karya terbaik. Seni juga menjadi alat pemersatu yang mengikat solidaritas masyarakat. Karena itu, kami berharap agar kesenian di Pati tidak akan redup oleh zaman,” ujar Sinarto.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →