Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Pemukulan Kentongan jadi Tanda Ditutupnya TMMD di Blora



   /  @ 15:00:53  /  19 Oktober 2016

    Print       Email
Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo memotong pita dalam acara penutupan TMMD Blora. (Polres Blora)

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo memotong pita dalam acara penutupan TMMD Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Pelaksanaan kegiatan TMMD yang berlangsung selama 21 hari dari Tgl 20 September 2016, hingga tanggal 19 Oktober 2016, akhirnya resmi ditutup, Rabu (19/10/2016).

Upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2016, di Desa Balongrejo, Kecamatan Banjarejo, Blora, bertindak selaku inspektur upacara Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo. Sedangkan selaku Komandan Upacara Danramil Tunjungan Kapten Inf Sudiro,

Peserta upacara dua peleton Pasukan Kodim 0721Blora, dua peleton Pasukan Yonif 410/Alg, satu Peleton Pasukan Polres Blora, Satpol PP Blora, Osis dan pramuka se-Kecamatan Banjarejo Blora. Adapun tempatnya di lapangan sepak bola Desa  Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Blora Djoko Nugroho, Komandan Kodim 0721 Blora Letkol Inf Susilo, Kabag Sumda Kompol Andi Wahyono mewakili Kapolres Blora, Kajari Blora, Ketua Pengadilan Negeri Blora, Ketua DPRD Kab. Blora, Danyonif  410/Alg, Forkopimcam se Blora, Kades se Kecamatan Banjarejo serta tamu undangan lainnya.

Irup Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, secara simbolis menerima kembali alat peralatan kerja dari ketiga perwakilan, serta dilanjutkan pemukulan kentongan didampingi Forkopimda Kabupaten Blora tanda selesainya TMMD Sengkuyung  Tahap II Tahun 2016.

Amanat KASAD Jend Mulyono, dibacakan inspektur upacara menyampaikan bahwa, program TMMD merupakan tugas mulia dan sudah banyak pengabdian maupun keberhasilan yang ditorehkan. “Pengabdian ini tidak boleh lekang oleh zaman, dan terus  bergerak ke depan demi sebuah kemaslahatan dan kemandirian, ” katanya.

Satu bukti yang tidak terbantahkan bahwa semangat gotong-royong terus terawat dengan baik lewat TMMD. Inilah kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah banyak memberi manfaat nyata bagi rakyat. “TMMD telah betul – betul menjadi sebuh program nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat di desa-desa,” tambahnya.

Adapun hasil pencapaian kegiatan TMMD di antaranya kegiatan Fisik dan Nonfisik. Kegiatan Fisik pembangunan infrastruktur jalan makadam panjang 800 meter X ;ebar 2,5 meter yang menghubungkan dua desa, yakni Dukuh Dongkrikil, Desa  Balongrejo ke Dukuh Pulo, Desa Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, serta pembangunan jembatan panjang 12 meter X lebar 3 meter, pembangunan plat beton panjang 3,5 meter X tinggi 1 meter X lebar 1 meter, dan pembangunan talud panjang 500  meter X tinggi 0,75 meter.

Sedangkan kegiatan nonfisik, yakni dilakukan penyuluhan – penyuluhan dari instansi terkait di antaranya, penyuluhan kewajiban WNI bela negara, penyuluhan pertanian, kamtibmas, buta aksara, kesehatan, KB, kerukunan umat beragama dan  sertifikat pertanahan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →