Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
AYO MALU, JANGAN BAB SEMBARANGAN

Begini Upaya Pemdes Kabongan Lor Rembang untuk Wujudkan Program Stop BAB Sembarangan



Reporter:    /  @ 11:47:21  /  19 Oktober 2016

    Print       Email
Sekretaris Desa Kabongan Lor Rembang Mohammad Syamsu Komarudin (kiri). Kondisi pinggir pantai di Kabongan Lor yang terkadang dijadikan warga sebagai lokasi BAB (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sekretaris Desa Kabongan Lor Rembang Mohammad Syamsu Komarudin (kiri). Kondisi pinggir pantai di Kabongan Lor yang terkadang dijadikan warga sebagai lokasi BAB (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Desa Kabongan Lor, Kecamatan Rembang, merupakan salah satu desa yang berada di wilayah pantai. Desa ini, juga menjadi salah satu wilayah sasaran program stop buang air besar sembarangan .

Sebab, sebagian warga di tempat ini, masih memiliki kebiasaan untuk buang air besar di pinggir pantai. Sehingga, hal itu berdampak terhadap kesehatan warga dan juga kebersihan di sekitar pantai desa setempat.

Untuk itu, pemerintah desa berupaya agar warga memiliki kesadaran untuk tidak lagi buang air besar sembarangan. Hal yang dilakukan pemdes setempat, di antaranya adalah dengan membuat toilet umum di beberapa titik di desa tersebut.

Sekretaris Desa Kabongan Lor Rembang Mohammad Syamsu Komarudin mengatakan, untuk saat ini, di desanya sudah ada empat lokasi toilet umum, salah satunya di RT 02. “Sejak lima tahun lalu, kita sudah membuat fasilitas toilet umum. Dengan keberadaan toilet umum ini, kita berharap masyarakat bisa memanfaatkannya dan tidak lagi BAB sembarangan,” ujarnya.

Untuk memberikan kesadaran mengenai pentingnya tidak BAB sembarangan, pihaknya juga terus mensosialisasikan program Stop BABS. Dengan hal tersebut, secara perlahan, tumbuh kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan jamban ketika BAB, bukan di pinggir pantai.

“Selama ini, kami terkadang secara diam-diam keliling pinggir pantai untuk melihat kondisi di pinggir pantai. Dan terkadang memang masih banyak sampah, pembalut dan kotoran manusia akibat BAB sembarangan. Biasanya, kalau begini, kami mengajak warga untuk bersama-sama bergotong-royong membersihkan pinggir pantai dan mengajak masyarakat untuk tidak lagi BAB sembarangan,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, jika pemerintah desa tetap menganggarkan untuk pembuatan jamban bagi warga kurang mampu. Dengan hal ini, warga nantinya bisa memiliki jamban dan tidak lagi BAB di pinggir pantai.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →