Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Jalan Tergenang, Sempat Dikira Ada Banjir Lagi di Gubug Grobogan, Ternyata Ini Biangnya



Reporter:    /  @ 10:00:54  /  19 Oktober 2016

    Print       Email
Jalan raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Kecamatan Gubug tadi malam sempat tergenang air usai hujan turun, sehingga menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jalan raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Kecamatan Gubug tadi malam sempat tergenang air usai hujan turun, sehingga menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sejumlah pengendara yang melintasi jalan raya Purwodadi-Semarang Selasa malam hingga Rabu dini hari tadi sempat mengira ada banjir lagi di wilayah Kecamatan Gubug. Hal ini disebabkan tergenangnya jalan raya dari Gubug menuju Tegowanu sepanjang hampir 1 km.

Akibat genangan air ini, arus lalu lintas sempat tersendat karena kendaraan harus berjalan pelan. Munculnya genangan air dengan ketinggian 10-30 cm itu juga menyebabkan banyak kendaraan mogok karena knalpotnya kemasukan air. Kendaraan yang mogok kebanyakan adalah sepeda motor.

Adanya genangan air ini menyebabkan sejumlah pengendara dari kedua arah memilih balik kanan. Soalnya, mereka mengira di situ ada banjir lagi seperti yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

“Tadi malam genangan airnya cukup tinggi. Karena khawatir ada banjir, saya gak jadi ke Semarang dan pilih balik lagi ke Purwodadi,” kata Fahmi, warga Kelurahan Danyang yang malam itu hendak main ke Semarang.

Informasi yang didapat menyebutkan, air yang menggenangi jalan utama menuju Semarang itu mulai datang sekitar pukul 22.00 WIB. Genangan air itu muncul setelah turun hujan deras di wilayah Gubug menjelang magrib hingga sekitar pukul 20.30 WIB.Tidak lama setelah hujan reda, jalan raya mulai digenangi air. Genangan air ini akhirnya menghilang selepas dini hari.

Camat Gubug Teguh Harjokusumo ketika dikonfirmasi membenarkan jika jalan A Yani menuju arah Semarang tergenang air. Namun, itu bukan banjir tetapi memang seringkali terjadi. Tepatnya, setelah hujan deras mengguyur wilayah situ.
“Genangan air itu disebabkan saluran drainase di situ ada yang mampet sehingga air tidak bisa lancar. Kami sudah mengusulkan pada instansi terkait agar drainase disitu dibenahi. Soalnya tiap hujan deras pasti jalan raya tergenang,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →