Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Begini Cara Asyik Pacu Minat Baca Siswa



Reporter:    /  @ 08:30:45  /  19 Oktober 2016

    Print       Email
Sekretaris Daerah Grobogan  Sugiyanto memberikan arahan kebijakan pengembangan kabupaten literasi dalam talkshow Menggagas Grobogan Kabupaten Literasi di Perpusda, beberapa hari lalu (Istimewa)

Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto memberikan arahan kebijakan pengembangan kabupaten literasi dalam talkshow Menggagas Grobogan Kabupaten Literasi di Perpusda, beberapa hari lalu (Istimewa)

MuriaNewsCom,Grobogan –  Cara asyik untuk memacu minat baca siswa dapat dilakukan dengan cara mudah, yakni dengan menciptakan suasana yang rekreatif dan menyenangkan.

Hal tersebut disampaikan Prof Satria Dharma dalam talkshow “Menggagas Grobogan sebagai Kabupaten Literasi” yang dilakukan oleh Perpusatakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Grobogan, beberapa hari lalu.

Pengiat literasi tersebut mencontohkan, beberapa kegiatan membaca yang tidak membebani siswa, di antaranya mendorong siswa membaca minimal 15 menit membaca dengan buku yang dia sukai. Tidak hanya buku yang disediakan oleh sekolah, namun juga buku yang dia bawa sendiri.

“Contoh lainnya, SD di Sidrap binaan USAID Prioritas mengarahkan siswa untuk membaca buku setiap hari dan setiap buku yang dibaca oleh siswa kemudian ditulis dalam selembar kertas dan sedikit komentarnya lalu dimasukkan dalam kotak baca. Hasilnya setelah 6 bulan dibuka kotak itu, ada seorang siswa namanya Aisyah membaca 130 buku,” ungkapnya, seperti dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Selanjutnya menurut Satria, suasana yang bisa diciptakan adalah berupa kemudahan dan keteladanan. Kemudahan yang dimaksud Satria adalah berupa kemudahan akses, dan buku yang layak dibaca oleh anak. Akses bisa berupa penyediaan dan penguatan sudut baca di kelas-kelas dengan buku yang diupayakan dari sekolah atau sumber inovatif lain.

“Keteladanan dimulai dari guru dan kepala sekolah yang juga dekat dengan buku. Minimal ‘ngempit’ buku kemana-mana. Itu akan membuat siswa merasa punya teman dan menjadi contoh. Hal tersebut juga berlaku di keluarga,” ungkap Satria dengan menggebu-gebu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Sugiyanto dalam pembukaan acara juga mengatakan pentingnya program ini untuk segera direalisasikan di Grobogan. Pasalnya gerakan ini akan mampu membawa perubahan sumberdaya manusia Grobogan yang berkualitas.

“Semakin kuat program literasi di galakkan, maka kualitas SDM di Grobogan akan semakin maju. Secara otomatis hal ini akan mendorong realisasi Grobogan Sebagai Kabupaten Literasi. Kita akan upayakan berbagai hal agar dalam waktu dekat, semoga Desember kita bisa mendeklarasikannya,” kata Sekda.

Alumni Universitas Diponegoro ini juga meminta peserta yang hadir untuk membantu dan mendorong dengan segala upaya yang bisa dilakukan agar Grobogan Kabupaten Literasi segera terealisasikan. Di sekolah dikuatkan, di SKPD dikuatkan, di masyarakat dan lingkungan keluarga juga dikuatkan.

Narasumber lain, Dyah Karyati, praktisi dan spesialis pengembangan sekolah secara menyeluruh USAID Prioritas Jawa Tengah menguatkan perlunya pembentukan ekosistem literasi yang kondusif di lingkup yang lebih luas serta dukungan dari pemerintah daerah.

Dyah Karyati mendorong perlunya kebijakan berupa peraturan bupati atau surat edaran terkait literasi. Tujuannya agar regulasi dan dorongan dari berbagai pihak muncul. Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pembentukan tim literasi yang berisi pegiat literasi baik dari jajaran SKPD maupun praktisi.

“Selain kebijakan dan pembetukan tim literasi dari level kabupaten sampai sekolah, yang tidak kalah penting adalah penumbuhan komunitas dan/atau sekolah model. Komunitas model atau sekolah model ini akan mendorong dan memudahkan orang untuk mengadaptasi model literasi sesuai dengan karaktersitik mereka,” kata Dyah.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →