Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Keberadaan Botoh Picu Adanya Pelanggaran pada Pelaksanaan Pilkada Pati



Reporter:    /  @ 21:31:12  /  18 Oktober 2016

    Print       Email
Ketua Panwaskab Pati, Achwan menyebut keberadaan botoh bisa berpotensi menyebabkan kerawanan pelanggaran Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Panwaskab Pati, Achwan menyebut keberadaan botoh bisa berpotensi menyebabkan kerawanan pelanggaran Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Panwaskab Pati memetakan sejumlah potensi kerawanan pelanggaran pada Pilkada Pati yang sudah dipastikan diikuti calon tunggal. Selain netralitas pegawai negeri sipil (PNS), politik uang juga disebut-sebut berpotensi rawan pelanggaran.

Ketua Panwaskab Pati Achwan mengatakan, politik uang tidak hanya bisa bersumber dari pasangan calon atau tim sukses saja, tetapi juga bisa bersumber dari botoh. Kepentingan para botoh adalah menyebarkan uang untuk taruhan.

“Misalnya ada botoh yang taruhan Rp 100 juta, mereka berani menyebar uang Rp 25 juta untuk dibagi-bagikan warga. Kepentingannya hanya untuk taruhan. Namun, hal itu melanggar hukum sehingga tetap akan kami tindak secara tegas,” kata Achwan, Selasa (18/10/2016).

Di Pati, istilah botoh sudah tidak asing lagi, terutama pada saat pemilu. Para botoh memanfaatkan momentum pemilu untuk bertaruh dengan para botoh lainnya.

Demi memenangkan taruhannya, tidak jarang dari mereka yang melakukan segala cara. Termasuk memenangkan pasangan pilihannya. Bahkan, politik uang juga disebut-sebut bisa saja berasal dari botoh untuk memenangkan tokoh yang dijagokan.

Untuk mengantisipasi hal itu, Panwaskab Pati sudah mewanti-wanti kepada warga untuk tidak bermain taruhan dalam pilkada. Keberadaan mereka bisa saja mempengaruhi proses demokrasi yang mestinya berlangsung sehat dan bermartabat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →