Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Usaha Pengolahan Ikan di Rembang Lesu



Reporter:    /  @ 19:00:08  /  18 Oktober 2016

    Print       Email
Aktivitas di salah satu industri pengolahan ikan di Kabupaten Rembang. Dalam dua tahun terakhir ini, industry pengolahan ikan alami kelesuan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Aktivitas di salah satu industri pengolahan ikan di Kabupaten Rembang. Dalam dua tahun terakhir ini, industry pengolahan ikan alami kelesuan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dalam dua tahun terakhir ini, usaha pengolahan ikan di Kabupaten Rembang mengalami kelesuan. Sebab, produksi hasil olahan ikan mengalami penurunan hampir 40 persen dibandingkan dengan sebelumnya.

Roni (38) salah seorang pemilik pengolahan ikan jenis pindang mengatakan, jika tahun-tahun sebelumnya dirinya bisa memproduksi sekitar 5 ton bahkan lebih untuk setiap harinya, kini, pihaknya hanya bisa memproduksi sekitar 3 ton per hari.

Menurutnya, lesunya pengolahan ikan tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, populasi ikan, khususnya ikan pindang di laut sudah mulai berkurang. Bahkan, untuk bisa membawa ikan dengan jumlah yang sesuai, nelayan harus melaut hingga sepekan. Padahal sebelumnya, nelayan cukup melaut dua hari untuk mendapatkan tangkapan ikan sebanyak yang dihasilkan selama satu pekan tersebut.

“Untuk dua tahun terakhir ini, memang tangkapan ikan, khususnya pindang mulai menurun. Mungkin saja, karena adanya sistem penangkapan ikan yang menggunakan cantrang, sehingga ikan yang kecil-kecil ikut habis juga,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya cuaca yang juga turut mempengaruhi kelangkaan ikan. Sebab, dengan cuaca yang cukup ekstrem akhir-akhir ini juga berdampak terhadap nelayan tidak berani melaut.

Lebih lanjut ia katakan, untuk produksi pengolahan ikan, dirinya biasanya mengeluarkan biaya hingga Rp 20 juta lebih. Biaya tersebut, untuk membeli ikan dan membayar buruh dan operasional lainnya. “Untuk pemasaran sendiri, biasanya sudah ada pengepul yang ambil. Di antaranya dari Semarang, Wonosobo dan Malang,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →