Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kirab Budaya Banjiri Pati di Bulan Suro



Reporter:    /  @ 19:30:07  /  17 Oktober 2016

    Print       Email
Peserta kirab budaya di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil menjadi momentum untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Peserta kirab budaya di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil menjadi momentum untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bulan Suro atau Muharram dalam Islam memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Jawa. Begitu juga dengan warga Pati, bulan Suro yang dianggap sakral menjadi momentum untuk menggelar tradisi kirab budaya.

Di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, misalnya. Kirab budaya yang bertujuan untuk bersih desa tersebut dihelat pada Bulan Suro. Kirab bersih desa juga menjadi cara bagi warga Trangkil untuk menghormati bumi yang telah memberikan kesuburan tanah untuk pertanian dan perkebunan.

Karena itu, kirab budaya di Desa Trangkil diikuti warga yang mengarak sejumlah hasil bumi. Hal itu menunjukkan bahwa penduduk setempat sebagian besar berprofesi sebagai petani.

“Kirab budaya yang merupakan satu dari rangkaian kegiatan sedekah bumi ini menyimpan filosofi yang mendalam bagi warga pada Bulan Muharram. Selain menjadi bentuk rasa syukur penduduk kepada Tuhan yang memberikan keselamatan, kirab budaya bisa menjadi alat pemersatu rakyat sekaligus nguri-uri budaya leluhur bangsa,” ujar Kepala Desa Trangkil, Siti Damisih, Senin (17/10/2016).

Dalam kirab tersebut, warga menempuh rute perjalanan sepanjang 4,5 kilometer. Dimulai dari lapangan desa setempat, mereka dengan semangat kebersamaan mengelilingi perkampungan dan berakhir di balai desa.

Mereka ada yang membentuk barisan marching band, pasukan becak yang dihiasi pernak-pernik keras warna-warni, kereta berkuda, rombongan yang berdandan khas petani, hingga ornamen boneka yang penuh dengan makna dan filosofi. Mereka berjalan beriringan mengelilingi desa dan disambut penduduk di pinggiran jalan.

“Desa Trangkil terdiri dari delapan rukun warga (RW). Masing-masing RW mengirimkan satu rombongan kirab. Satu RW dengan RW lainnya memiliki tema rombongan yang berbeda. Kirab budaya ini digelar pertama kali di Desa Trangkil dan menjadi cara bagi kami untuk kembali membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong,” imbuh Ketua Panitia Kirab Budaya, Sutrisno.

Desa Trangkil adalah satu di antara desa yang menggelar kirab budaya pada bulan Suro. Beberapa desa lain juga menggelar kegiatan serupa, antara lain Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Desa Pekuwon, Kecamatan Juwana, dan lainnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →