Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Blora Keluhkan Sempitnya Lebar Jalan



   /  @ 18:05:30  /  17 Oktober 2016

    Print       Email
Pengguna jalan di salah satu ruas di Kabupaten Blora, beberapa waktu  lalu. (MuriaNewsCom)

Pengguna jalan di salah satu ruas di Kabupaten Blora, beberapa waktu  lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Blora – Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI)Kabupaten Blora Ignatius Ary Susanto menyampaikan bahwa masalah lalu lintas yang dihadapi Kabupaten Blora adalah lebar jalan yang tidak sesuai dengan volume kendaraan.

“Serta banyaknya jalan yang rusak karena sering dilalui oleh kendaraan yang melebihi tonase jalan. Kurangnya kesadaran berlalu lintas pada masyarakat juga menjadi PR bagi pemerintah,” kata Ignatius dikutip dari Facebook Humas Protokol Kabupaten Blora.

Pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk menangani masalah lalu lintas.  Di antaranya sosialisasi tertib lalu lintas, pemasangan spanduk maupun peringatan keselamatan saat berkendara, serta melakukan pemantauan dan penggantian rambu lalu lintas.

Pemkab Blora juga pernah melakukan diskusi soalPenanganan Lalu Lintas bersama Pemkab Tuban. Mereka juga membahas soal sampah kota. Diharapkan dengan adanya kegiatan dapat menghasilkan langkah-langkah baru untuk penanganan lalu lintas dan sampah di kedua kabupaten yang pada tahun ini sama-sama mendapatkan penghargaan Adipura.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Blora Wahyu Agustini, menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Blora tengah berusaha dalam mempercepat pengelolaan sampah yang ada. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membentuk desa binaan serta menerapkan 3R (reduce, reuse, and recycle) dalam pengolahan sampah. Diharapkan dengan adanya cara-cara ini dapat memperpanjang umur tempat penampungan sampah yang ada di Kabupaten Blora.

Selain ditangani oleh Badan Lingkungan Hidup, pengelolaan sampah juga dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bidang Kebersihan dan Pertamanan. Terdapat 35 tempat sampah yang tersebar di Kabupaten Blora dengan sistem pengelolaan control land fill untuk wilayah Blora dan sistem open land fill untuk wilayah Cepu. Kerja bakti juga dilakukan setiap minggu pada titik-titik yang memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan sampah.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →