Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tahun Depan, Industri di Grobogan Ditarget Sudah Gunakan Bahan Bakar Gas Bumi



Reporter:    /  @ 20:05:46  /  17 Oktober 2016

    Print       Email
Pelaksanaan sosialisasi konversi bahan bakar minyak ke gas untuk kalangan industri yang dilangsungkan di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan, Senin (17/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelaksanaan sosialisasi konversi bahan bakar minyak ke gas untuk kalangan industri yang dilangsungkan di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan, Senin (17/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pemilik industri atau pabrik besar yang ada di Grobogan diharapkan sudah beralih pada penggunaan bahan bakar minyak ke gas bumi pada tahun 2017 mendatang. Hal itu terungkap dalam sosialisasi pemanfaatan gas bumi yang dilangsungkan di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan, Senin (17/10/2016).

Comercial Gas PT Pertagas Niaga Dian Eka Puspita Sari menyatakan, pemanfaatan gas untuk wilayah Grobogan nantinya akan diambilkan dari Jaringan Gas Gresik-Semarang. Untuk tahun ini, masih dalam proses pemasangan jaringan pipa distribusi gas.

“Proses pemasangan pipa ini masih berjalan dan diharapkan sudah siap dioperasikan pada Oktober 2017. Panjang pipa dari Gresik sampai Semarang ini sekitar 270 km dan progres pemasangan sudah mencapai 70 persen,” katanya.

Acara sosialisasi dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hadir dalam kesempatan itu Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki dan Director of Natural Gas BPH Migas Umi Asngadah. Acara sosialisasi juga dihadiri dari kalangan industri yang ada di Grobogan serta para pejabat terkait lainnya.

Menurut Dian, kehadiran gas ini direspon positif bagi kalangan industri. Bahkan, mereka ini sudah menunggu kehadiran gas untuk menggantikan BBM. Hal ini bisa terjadi karena ada selisih biaya cukup besar dari pemakaian gas dibandingkan dengan BBM.

Disinggung pemakaian gas untuk lingkup perumahan, Dian menyatakan, sangat memungkinkan. Hanya saja, untuk bisa disalurkan ke kawasan pemukiman perlu dilakukan pemasangan pipa distribusi lebih dulu dan menyiapkan anggarannya.

“Pasokan gas yang ada sangat mencukupi kalau dipakai juga ke pemukiman. Hanya saja, nanti disiapkan dulu sarana dan prasarana pendukungnya. Untuk tahap awal, sasarannya dari kalangan industri dulu,” sambungnya.

Sementara itu, Abdul Harits selaku perwakilan dari PT Japfa yang ada di Kecamatan Godong ketika dimintai komentarnya menyatakan sangat mendukung adanya program pemerintah tersebut. Sebab, pemakaian gas itu dinilai lebih efisien jika dibandingkan menggunakan BBM.“Saya rasa tidak ada masalah dengan program ini dan kita menyambut baik. Kita harapkan program ini bisa segera terealisasi,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →