Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Polisi Kembali Periksa Saksi dari Wartawan Terkait Kasus PLTU



Reporter:    /  @ 13:34:01  /  17 Oktober 2016

    Print       Email
Dicky Prasetyo wartawan Radio Pop FM Rembang tengah menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Rembang Sabtu (15/10/2016) terkait adanya intimidasi oknum PLTU kepada wartawan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dicky Prasetyo wartawan Radio Pop FM Rembang tengah menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Rembang Sabtu (15/10/2016) terkait adanya intimidasi oknum PLTU kepada wartawan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Penyidik di Unit IV Sat Reskrim Polres Rembang kembali memeriksa dua orang wartawan sebagai saksi dan korban kasus intimidasi yang dilakukan oleh oknum karyawan PLTU Pembangkit Jawa Bali (PJB) Sluke beberapa waktu lalu.

Dua saksi ini diperiksa dalam waktu yang berbeda. Yakni Djamal AG, wartawan dari Suara Merdeka diperiksa pada Selasa (11/10/2016) pekan lalu  dan Diky Prasetyo (POP FM) diperiksa oleh penyidik Sabtu (15/10/2016) kemarin.

Djamal mengatakan, dirinya menjalani pemeriksaan selama 1,5 jam. Dalam pemeriksaaan itu, Djamal diminta untuk menjelaskan kronologi penyitaan ponsel milik seorang wartawan dan penghapusan file di dalamnya.

“Salah satu pertanyaan yang dilontaran penyidik adalah apakah saya mengenal atau mengetahui penyita ponsel milik wartawan atau tidak. Saya juga menjawab apa yang saya lihat dan alami saat peristiwa itu terjadi pada Kamis, 18 Agustus 2016 lalu,” ujar Djamal.

Kemudian, Diky, wartawan dari Radio POP FM mengaku juga diperiksa selama 1,5 jam. Selama di dalam ruang penyidikan, ia diminta menjawab sepuluh pertanyaan penyidik.

Sementara itu, dari enam saksi korban wartawan yang sempat menjalani pemeriksaan, dua di antaranya memutuskan mencabut keterangan yang sempat tercantum dalam Acara Berita Pemeriksaan (BAP). Dua wartawan yang mencabut isi BAP itu masing-masing adalah Wisnu Aji dan Heru Budi Santoso.

Perlu diketahui, sejumlah wartawan dari beberapa media mendapatan perlakuan intimidatif dari oknum karyawan PLTU PJB Sluke, 18 Agustus 2016 lalu. Kejadian itu terjadi saat wartawan meliput korban kecelakaan kerja perusahaan itu di RSUD dr R Soetrasno Rembang.Selain mendapatkan ancaman, ponsel milik seorang wartawan juga sempat ditahan serta file foto di dalamnya dihapus.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang, Iptu Ibnu Suka menjelaskan, pihaknya masih butuh tambahan keterangan saksi, untuk pendalaman. “Nantinya pihak penyidik akan melakukan gelar perkara, guna memperjelas kasusnya dan apakah layak dinaikkan ke tahap penyidikan dan sekaligus penetapan tersangka,”  pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →