Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tak Kunjung Beres, Pembangunan TPA Karimunjawa Jepara Digenjot



Reporter:    /  @ 12:50:14  /  15 Oktober 2016

    Print       Email
Alat berat dioperasikan untuk perataan jalan menuju lokasi TPA Karimunjawa di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Alat berat dioperasikan untuk perataan jalan menuju lokasi TPA Karimunjawa di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Karimunjawa, Jepara, telah muncul sejak beberapa tahun lalu. Hingga kini pembangunannya tidak kunjung beres. Saat ini pembangunan masih dalam tahap pembuatan jalan untuk akses masuk ke lokasi.

Kepala UPT TPA Bandengan, Lulut Andi Ariyanto yang juga ditugaskan membangun dan mengelola TPA Karimunjawa menjelaskan, saat ini masih fokus pada pembuatan jalan untuk akses ke lokasi TPA yang terletak di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa. Untuk tempat pengolahan sampah sendiri saat ini tengah dibuat Detail Engineering Design (DED).

“Untuk anggaran tahun ini, memang difokuskan untuk membuat jalan akses masuk. Pengerjaan jalan sepanjang 235 meter dan lebar enam meter itu memerlukan waktu cukup lama sebab harus meratakan tanah. Lokasinya tak rata dan banyak tanjakan. Selain itu, perlu dibuat sanderan sebab di sisi kiri dan kanan jalan berbatasan dengan jurang dan tebing,” ujar Lulut kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pengerjaan tahun ini merupakan lanjutan dari pengerjaan tahun lalu. Tahun lalu yang sudah dikerjakan sekitar 150 meter. Sedangkan DED untuk area TPA yang memiliki luas satu hektare itu tahun ini sudah bisa dirampungkan.

“Sehingga anggaran dari pusat melalui Perencanaan Teknis dan Manajemen Persampahan (PTMP) Satker Provinsi Jateng bisa keluar awal tahun depan dan segera dibelanjakan. Khusus untuk tempat pengolahan sampah, anggaran yang diperlukan diprediksi mencapai Rp 10 miliar,” terangnya.

Dengan luas area satu hektare itu, bisa dibuat tiga hingga empat tempat penimbunan sampah. Dari prakiraan, luasan area itu bisa menampung sampah warga dan wisatawan Karimunjawa selama lebih dari lima tahun.

“Sampah di Karimunjawa didominasi jenis plastik. Baik plastik kemasan mapun botol minuman. Tapi kita belum melakukan penghitungan detail sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun hotel dan homestay,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →