Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini Mitos Daun Jati dan Beras yang Tersisa Usai Buka Luwur Makam Sunan Kudus



Reporter:    /  @ 13:34:39  /  14 Oktober 2016

    Print       Email
Petugas siap membagikan nasi berkah di areal Menara Kudus, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas siap membagikan nasi berkah di areal Menara Kudus, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi masyarakat Kudus kuno atau masyarakat sekitar Menara Kudus, momen Buka Luwur tidak hanya momen ganti luwur dan juga pembagian nasi berkah saja. Namun di balik itu, terdapat tanda apakah ke depan selama setahun akan ada kendala soal pangan, ataukah tidak. Hal itu dapat dilihat dari tersisanya bungkus daun jati serta nasi yang dibagikan kepada masyarakat.

Ketua Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan KudusĀ  (YM3SK) M Nadjib Hasan mengatakan, jika kepercayaan masyarakat dulu dan sekarang masih menjadi mitos, saat bungkus nasi berkah berupa daun jati kurang, maka diprediksi kalau nantinya kebutuhan pakaian akan susah. Sebaliknya jika masih tersisa, maka kebutuhan pakaian akan mudah dan murah.

“Ini hanyalah berita kuno, untuk benar dan tidaknya juga tidak dapat memastikan hal tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, tanda itu sudah berkembang secara turun temurun. Namun tidak ada bentuk bentuk tulisan atau dokumen akan hal itu, melainkan secara turun-temurun.

Selain itu, pertanda lain adalah dengan adanya nasi berkah yang dibagikan, pertanda nya adalah jika nasi berkah masih sisa, maka kebutuhan pangan Kudus akan tercukupi, sebaliknya jika kurang maka harga pangan juga akan mahal dan susah.

“Kalau pada Buka Luwur kali ini, Alhamdullah semuanya mudah. Termasuk juga dengan daun jati sebagai bungkusnya serta beras untuk nasinya,” imbuhnya

Sepertinya, kata dia, kebutuhan pangan dan sandang Kudus akan terpenuhi dan juga murah. Namun kembali dia menegaskan kalau itu hanya mitos dan kepercayaan saja.

Mitos tersebut, sudah berkembang di masyarakat tidak hanya di sekitar Menara Kudus saja. Namun juga sudah tersebar di beberapa wilayah Kudus khususnya yang pernah nyantri di sekitar Menara Kudus.

“Tapi ada yang dibilang Kanjeng Sunan (Sunan Kudus) itu terbukti, seperti melarang menyembelih sapi, dan sekarang Indonesia malah impor daging kerbau dalam jumlah banyak. Bukannya sapi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →