Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pastikan Tidak Ada Pungutan, Wakapolres Grobogan Sidak Samsat Seorang Diri



Reporter:    /  @ 18:30:22  /  14 Oktober 2016

    Print       Email

 

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro berbincang dengan warga yang mengurus perpanjangan STNK maupun balik nama di Kantor Samsat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro berbincang dengan warga yang mengurus perpanjangan STNK maupun balik nama di Kantor Samsat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro secara mendadak menyambangi Kantor Samsat, Jumat (14/10/2016). Begitu tiba di situ sekitar pukul 14.00 WIB, Wahyudi yang datang seorang diri langsung menuju tempat cek fisik kendaraan bermotor di bagian depan gedung utama.

Saat berada di situ, Wahyudi menyapa beberapa warga yang masih menunggu hasil pemeriksaan kendaraan. Beberapa warga sempat ditanya apakah ada biaya tambahan untuk cek fisik kendaraan tersebut.“Tidak ada biayanya, pak. Selain itu, prosesnya juga cepat, sekitar lima menit sudah jadi hasilnya,” kata Anik, salah seorang warga yang ada di situ.

Setelah meninjau lokasi cek fisik kendaraan, Wahyudi kemudian masuk ke tempat pembayaran yang terletak di dalam gedung utama. Saat berada di sini, masih ada beberapa orang yang menunggu proses pembayaran perpanjangan STNK maupun balik nama kendaraan.

Sama seperti sebelumnya, Wahyudi juga sempat bertanya pada beberapa orang yang masih ada di situ. Yakni, terkait biaya yang dikeluarkan untuk mengurus perpanjangan STNK maupun balik nama.

“Saya tadi balik nama truk bak terbuka, biayanya habis Rp 1,6 juta. Tidak ada biaya tambahan apapun termasuk saat cek fisik kendaraan. Saya urus sendiri prosesnya, tidak lewat perantara,” kata Purwoyo, warga asal Desa Tunggak, Kecamatan Toroh.

Kepada wartawan, Wahyudi menyatakan, kedatangannya ke Samsat memang dilakukan spontan dan tidak diketahui anggota. Hal itu dilakukan guna memastikan pelayanan yang ditangani aparat kepolisian di Samsat, seperti pemeriksaan fisik kendaraan tidak ada pungutan di luar ketentuan.

“Kami sidak ke sini untuk mengetahui kondisi sesungguhnya. Kami akan tindak tegas apabila ada anggota yang main-main dalam pelayanan ke masyarakat,” tegasnya.

Menurut Wahyudi, selain di Samsat, pelayanan lain seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) juga dihindarkan dari praktik pungutan liar.

“Semua biaya untuk pelayanan ini sudah ditentukan oleh pemerintah. Oleh sebab itu, biaya itulah yang harus dibayar. Jangan sampai ada tambahan biaya diluar ketentuan,” imbuhnya.

 Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →