Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Alat Berat Diterjunkan ke Lokasi Banjir di Kecamatan Gubug untuk Menutup Tanggul Jebol



Reporter:    /  @ 17:00:30  /  13 Oktober 2016

    Print       Email
Dua alat berat diterjunkan untuk menutup tanggul Sungai Tuntang yang jebol karena banjir. Penutupan tanggul ini juga dibantu masyarakat dan beberapa instansi, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dua alat berat diterjunkan untuk menutup tanggul Sungai Tuntang yang jebol karena banjir. Penutupan tanggul ini juga dibantu masyarakat dan beberapa instansi, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya penutupan tanggul Sungai Tuntang yang jebol, terus dilakukan ratusan warga di Kecamatan Gubug. Dibandingkan sehari sebelumnya, penutupan tanggul jebol hari ini, Kamis (13/10/2016) bisa dilakukan lebih lancar.

Hal ini disebabkan kondisi cuaca cukup cerah sejak pagi hingga siang. Pada penutupan tanggul kemarin, sempat terhambat turunnya gerimis di wilayah Gubug. Selain cuaca, lancarnya penutupan tanggul juga disebabkan adanya dukungan dua alat berat jenis backhoe. Sejak pagi hingga siang tadi, dua alat berat ini difokuskan menutup tanggul jebol di Desa Kemiri.

“Dua alat berat memang difokuskan menutup tanggul di Desa Kemiri dulu. Kita targetkan, hari ini, tanggul jebol di situ sudah bisa tertutup,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan.

Aktivitas penutupan tanggul jebol lainnya di Desa Ngroto juga masih terus dilakukan secara manual sejak pagi . Dalam proses penutupan tanggul ini, ada ratusan orang yang terlibat. Ada personel dari BPBD, TNI, Polri, Pramuka, serta relawan.

Selain itu, warga setempat, baik para pria maupun wanita ikut berpartisipasi dalam penutupan tanggul tersebut. Mereka ikut mencari tanah dan memasukkan ke dalam karung yang sudah disediakan.

Karung berisi tanah itu selanjutnya dibawa ke pinggir sungai untuk menutup tanggul jebol. Jarak lokasi tanggul jebol dengan tempat pengisian karung berkisar 200 meter.

“Saya berharap tanggul jebol disini bisa segera tertutup biar tidak ada banjir lagi. Makanya, saya dan ibu-ibu lainnya ikut membantu penutupan tanggul sebisanya,” kata Sutijah, warga setempat.

Setelah tanggul di Desa Kemiri teratasi, dua alat berat yang ada di situ rencananya akan digeser ke Desa Ngroto. Namun, sambil menunggu kedatangan alat berat tersebut, ratusan orang sudah mengawali penutupan tanggul secara manual.

“Medan tanggul jebol di Ngroto ini masih cukup berat karena kondisi tanah masih lembek. Jadi, masih menyulitkan mengoperasikan alat berat kalau ditempatkan di sini,” imbuh Masrikan.

Untuk tanggul di Desa Papanrejo, juga masih dalam persiapan untuk ditutup. Nantinya, penutupan juga akan dilakukan secara manual lebih dulu. Setelah kondisinya memungkinkan alat berat baru akan didorong ke sana.

Seperti diketahui, banjir yang melanda wilayah Gubug dan merambah ke Godong itu disebabkan adanya tiga titik tanggul sungai Tuntang yang jebol. Pertama di Desa Ngroto pada Senin (10/10/2016) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Kemudian, pada pukul 02.30 WIB ada tanggul jebol di Desa Papanrejo. Terakhir, pukul 08.00 WIB, ada ruas tanggul di Desa Kemiri yang gantian jebol. Ketiga ruas tanggul ini panjang jebolannya sampai 20 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 4 meter.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →