Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Motor Jambret Asal Wedarijaksa Pati Ini Disulap Mirip Motor Kades Bumiayu



Reporter:    /  @ 13:10:30  /  13 Oktober 2016

    Print       Email
Dua pelaku jambret (tengah) menunjukkan sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI warna merah dengan plat nomor yang sudah dipalsukan seperti kendaraan milik kades Bumiayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dua pelaku jambret (tengah) menunjukkan sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI warna merah dengan plat nomor yang sudah dipalsukan seperti kendaraan milik kades Bumiayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada-ada saja kelakuan dua jambret asal Desa Wedarijaksa berinisial MK (24) dan S (19) ini. Sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI yang digunakan untuk menjambret disulap mirip dengan sepeda motor milik Karyadi (38), Kepala Desa Bumiayu, Wedarijaksa.

Dua sepeda motor tersebut memiliki warna dan spesifikasi yang sama, termasuk plat nomor. Pelaku jambret sengaja memalsukan plat nomor untuk mengelabuhi korban ketika melancarkan aksinya. Padahal, Kades Bumiayu ketika dikonfirmasi mengaku tidak kenal dengan para pelaku.

“Pelaku memang bekerja di bengkel yang berada desa saya. Kemungkinan dia melihat sepeda motor saya yang mirip motornya dan mengingat-ingat plat nomor saya, sehingga dia membuat duplikat dengan plat K 3123 AU kepunyaan saya untuk mengelabuhi korban ketika melancarkan aksinya,” kata Karyadi saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Kamis (13/10/2016).

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum mengatakan, sepeda motor vario milik pelaku sebetulnya berplat nomor B 6192 GOZ. Namun, plat nomor tersebut sengaja diganti pelaku untuk mengelabuhi korban jambret ketika berupaya mengingat-ingat plat nomor sepeda motor pelaku.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya memanggil Kades Bumiayu untuk dimintai keterangan. “Pelaku jambret mengaku duplikat itu atas seizin kades, sedangkan kades mengaku¬† tidak kenal dengan pelaku. Dari hasil penyelidikan, pelaku memang sengaja memalsukan plat nomor untuk melancarkan aksinya,” kata AKP Rochana.

Kedua pelaku juga mengaku selalu menjalankan aksinya secara berpasangan sebanyak tiga kali. Dari tiga kali berupaya menjambret, satu kali gagal saat hendak menjambret di kawasan Desa Wedarijaksa. Keduanya saat ini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Wedarijaksa dan dijerat Pasal 363 ayat 4E KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca juga : Penjambret asal Wedarijaksa Pati Dibekuk Polisi

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →