Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Penjambret asal Wedarijaksa Pati Dibekuk Polisi



Reporter:    /  @ 12:16:50  /  13 Oktober 2016

    Print       Email
Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum (kiri) tengah menginterogasi dua pelaku jambret yang ditahan di Mapolsek Wedarijaksa, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum (kiri) tengah menginterogasi dua pelaku jambret yang ditahan di Mapolsek Wedarijaksa, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua  penjambret asal Desa Wedarijaksa berinisial MK (24) dan S (19) terpaksa mendekam di ruang tahanan Polsek Wedarijaksa, karena menjambret smartphone Apri Setiawan (16), pelajar asal Desa Sidomukti, Margoyoso, Rabu (12/10/2016) malam.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum mengatakan, pelaku melancarkan aksinya di kawasan jalan perkampungan Desa Ketanen, depan SMPN 1 Trangkil. Beruntung, aksi kedua jambret tersebut berhasil digagalkan korban dan warga setempat.

“Sekitar pukul 19.30 WIB, korban hendak pulang ke rumahnya, perjalanan dari Desa Karanglegi menuju Desa Ketanen. Sampai di TKP, korban yang mengendarai sepeda motor pelan-pelan kemudian dibarengi dua pelaku. Smartphone yang dibawa korban kemudian dirampas pelaku,” ungkap AKP Rochana, Kamis (13/10/2016).

Setelah merebut smartphone korban, pelaku berusaha melarikan diri ke arah Jalan Raya Pati-Tayu. Korban kemudian melakukan pengejaran sembari berteriak jambret. Sontak, warga setempat ikut mengejar dan kedua jambret berhasil ditangkap.

“Kami yang mendapatkan laporan dari warga langsung menuju TKP. Para pelaku kami amankan di Mapolsek Wedarijaksa. Kami juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu smartphone merek Samsung Galaxy S5 warna hitam. Kami juga mengamankan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjambret,” imbuhnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 4E KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Kedua pelaku yang nyaris dihakimi massa dan kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Wedarijaksa tersebut terancam dengan pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Sementara itu, kerugian korban akibat aksi jambret tersebut mencapai Rp 7,15 juta. Kerugian tersebut dihitung dari harga beli smartphone yang harganya mencapai Rp 7,15 juta. “Untuk sementara, smartphone diamankan sebagai barang bukti,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →