Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Disporabudpar Grobogan Targetkan Peserta Lomba Tari Angguk Bisa Capai 100 Orang



Reporter:    /  @ 10:00:33  /  13 Oktober 2016

    Print       Email
Salah seorang guru kesenian sedang mendaftarkan muridnya untuk mengikuti lomba tari angguk, Rabu (12/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah seorang guru kesenian sedang mendaftarkan muridnya untuk mengikuti lomba tari angguk, Rabu (12/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Peserta lomba tari angguk yang akan digelar Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan akhir bulan Oktober nanti diharapkan bisa membludak. Hal itu dicetuskan Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto, saat ditemui di kantornya, Rabu (12/10/2016).

“Kita berharap peserta lomba tari angguk nanti bisa sampai 100 orang. Banyaknya peserta ini memang jadi salah satu tolak ukur keberhasilan event yang kita lakukan,” katanya.

Dijelaskan, sebelum pelaksanaan lomba, pihaknya sudah menggelar pelatihan tari angguk buat 50 guru kesenian tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Pelatihan yang dilangsungkan di Gedung Wisuda Budaya itu dilakukan selama tiga hari, dari 1-3 September lalu.

Setelah selesai mengikuti pelatihan tari angguk, para guru kesenian tersebut dibebani tugas khusus. Yakni, menularkan ilmu yang didapat dengan melatih tari angguk pada murid-muridnya. Setelah dapat pelatihan, murid-murid tersebut nantinya akan diikutkan dalam lomba tari angguk untuk pelajar.

“Jadi setelah kita latih, para guru kesenian ini gantian melatih anak didiknya masing-masing. Hasil latihan dari guru akan kita lihat lebih lanjut dalam ajang lomba. Pelaksanaan lomba kita jadwalkan 26 Oktober,” imbuhnya.

Menurut Marwoto, setiap guru nantinya diminta mengirimkan satu tim untuk mengikuti lomba. Tiap tim, diperkuat 2 orang. Jika 50 guru itu semuanya mengirimkan tim maka keseluruhan ada 100 orang yang berpartisipasi dalam lomba nanti.

Meski pelaksanaannya masih cukup lama namun, antusias untuk mengikuti lomba tersebut dinilai cukup bagus. Hal ini dibuktikan dengan sudah adanya beberapa sekolah yang mendaftarkan diri di Kantor Disporabudpar Grobogan.“Sampai hari ini, sudah 10 sekolahan yang mendaftar untuk ikut lomba tari angguk,” sambungnya.

Ditambahkan, pembinaan yang diteruskan dengan lomba tari angguk itu dilatarbelakangi dengan ancaman kepunahan kesenian warisan nenek moyang tersebut akibat era globalisasi. Disebutkan, beberapa tahun lalu, grup kesenian tari angguk di Grobogan ada puluhan yang tersebar disejumlah kecamatan. Antara lain, Kecamatan Godong, Grobogan, Kradenan, dan Pulokulon.

“Dulu, grup kesenian tari angguk ini banyak sekali. Sekarang memang masih ada tetapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Itupun, pemainnya sudah generasi lama. Pembinaan ini kita lakukan sebagai upaya menghidupkan lagi kesenian tari angguk,” katanya.

Sementara itu, salah satu salah satu guru kesenian Anita mengaku cukup senang dengan dilibatkannya para guru kesenian dalam pelestarian tari angguk. Meski demikian, ia berharap agar upaya seperti itu lebih sering dilakukan.

“Sebagai guru kesenian, kami senang sekali dan sangat mendukung pelestarian kesenian ini. Kita harapkan, acara pembinaan, lomba maupun keempatan untuk menampilkan tari angguk ini lebih sering dilakukan,” kata guru SMAN 1 Toroh itu.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →