Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Puluhan Relawan Kerja Bakti Bersihkan Tanah Longsor di Sitiluhur Pati



Reporter:    /  @ 23:45:17  /  12 Oktober 2016

    Print       Email
Satu alat berat diturunkan untuk membersihkan sisa-sisa timbunan tanah longsor di belakang rumah Sukiman, warga Desa Sitiluhur, Gembong, Pati, Rabu (12/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Satu alat berat diturunkan untuk membersihkan sisa-sisa timbunan tanah longsor di belakang rumah Sukiman, warga Desa Sitiluhur, Gembong, Pati, Rabu (12/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 97 relawan yang tergabung dari berbagai organisasi, polisi dan TNI mengadakan kerja bakti untuk membersihkan bekas tanah longsor di belakang rumah Sukiman, warga Desa Sitiluhur RT 1 RW 1, Gembong, Pati, Rabu (12/10/2016).

Dalam kerja bakti tersebut, satu alat berat dan tiga dump truck didatangkan. Alat berat digunakan untuk mengambil timbunan tanah longsor, sedangkan tiga dump truck digunakan untuk mengangkut tanah untuk dibuang di kawasan balai desa setempat.

Mereka yang berasal dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pati, Tagana, RAPI, Palupi, Banser, FRPB, polisi, TNI, linmas, dan PMI saling bahu-membahu membersihkan puing-puing sisa tanah longsor. Sayangnya, alat berat tidak bisa masuk pada wilayah titik longsor, karena minim akses jalan.

“Alat berat tidak bisa masuk sepenuhnya di titik longsor, meski sebagian dapur dibongkar untuk digunakan sebagai akses alat berat. Namun, kami berupaya sekuat tenaga agar timbunan tanah bisa dibersihkan supaya tidak membahayakan,” kata Diono, anggota Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.

Tak hanya itu, relawan juga menemui sejumlah kendala karena lokasi pembuangan tanah longsor sudah penuh. Karena itu, saat ini mereka tengah mencari lokasi baru yang bisa menjadi tempat pembuangan tanah.

Sebelumnya, dapur rumah milik Sukiman tertimpa tanah yang longsor dari ketinggian 12 meter dengan lebar tujuh meter. Ketebalan longsor mencapai 4 meter dengan panjang 9 meter dan lebar 2,5 meter.

Akibat tanah longsor yang menimpa dapur rumah tersebut, Sukiman mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta. Namun, dia masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam bencana alam yang menimpa dapur rumahnya.

“Saat longsor terjadi, saya sedang memberi makan ayam. Istri dan anak yang masih berusia sembilan tahun sedang berada di dalam rumah. Alhamdulillah, longsor tidak mencapai rumah, hanya dapur saja sehingga kami selamat,” ucap Sukiman.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →