Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ratusan Orang di Grobogan Berjibaku Tutup Tanggul Jebol



Reporter:    /  @ 16:35:01  /  12 Oktober 2016

    Print       Email
Ratusan orang dari berbagai instansi beserta warga berupaya keras untuk menutup tanggul jebol di Sungai Tuntang, Rabu (12/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan orang dari berbagai instansi beserta warga berupaya keras untuk menutup tanggul jebol di Sungai Tuntang, Rabu (12/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya penutupan beberapa titik tanggul jebol yang menjadi biang banjir wilayah Kecamatan Gubug, Tegowanu, dan Godong mulai dikerjakan, Rabu (12/10/2016). Hal ini dilakukan seiring sudah menyusutnya debit air Sungai Tuntang.Dalam proses penutupan tanggul ini ada ratusan orang yang terlibat. Ada personel dari BPBD, TNI, Polri, Pramuka, serta relawan.

Selain itu, warga setempat, baik para pria maupun wanita ikut berpartisipasi dalam penutupan tanggul tersebut. Mereka ikut mencari tanah dan memasukkan ke dalam karung yang sudah disediakan. Karung berisi tanah itu selanjutnya dipakai untuk menutup tanggul jebol.

Dalam upaya penutupan tanggul jebol ini sempat muncul sedikit kekhawatiran warga. Soalnya, cuaca di langit mendung sejak pagi hingga siang. “Kami berharap cuaca hanya mendung saja. Semoga tidak turun hujan dulu selama penutupan tanggul,” kata Parjiyanto, warga Desa Ngroto, Kecamatan Gubug.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan mengatakan, upaya penutupan tanggul dilakukan di tiga titik utama di wilayah Kecamatan Gubug. Yakni, di Desa Papanrejo, Ngroto dan Kemiri.

Untuk penutupan tanggul di Desa Papanrejo dan Ngroto dilakukan secara manual dengan melibatkan ratusan personil. Sementara penutupan tanggul di Kemiri bisa didukung alat berat.

“Alat berat sudah disiagakan untuk membantu menutup tanggul. Namun, tidak semua alat berat bisa masuk ke lokasi tanggul jebol karena medannya belum memungkinkan,” katanya.

Menurutnya, hingga siang tadi, proses penutupan tanggul baru berkisar 30 persen. Upaya penutupan tanggul tidak bisa dilakukan dengan mudah lantaran jebolannya cukup luas dan dalam.

“Kita masih bekerja keras supaya penutupan tanggul ini bisa selesai hari ini. Mudah-mudahan tidak turun hujan sehingga proses penutupan bisa lebih mudah,” imbuhnya.

Seperti diketahui, banjir yang melanda wilayah Gubug dan merambah ke Godong itu disebabkan adanya tiga titik tanggul sungai Tuntang yang jebol. Pertama di Desa Ngroto pada Senin (10/10/2016) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Kemudian, pada pukul 02.30 WIB ada tanggul jebol di Desa Papanrejo. Terakhir, pukul 08.00 WIB, ada ruas tanggul di Desa Kemiri yang gentian jebol. Ketiga ruas tanggul ini panjang jebolannya sampai 20 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 4 meter.

Disinggung kondisi banjir di Tegowanu, Masrikan menegaskan, dari pantauan terakhir, hanya tersisa beberapa rumah saja yang kemasukan air. Secara umum, kondisi perkampungan sudah tidak tergenang lagi seperti tiga hari terakhir.

“Air yang di perkampungan di wilayah Tegowanu sudah bergeser ke sawah. Kami juga sedang berupaya untuk melakukan penutupan tanggul jebol di Desa Tanggirejo,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →