Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Curah Hujan Tinggi, Hasil Panen Palawija di Rembang Diprediksi Menurun



Reporter:    /  @ 12:15:12  /  12 Oktober 2016

    Print       Email
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Suratmin.Dirinya memprediksi jika hasil panen palawija kali ini akan menurun, akibat curah hujan yang tinggi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Suratmin.Dirinya memprediksi jika hasil panen palawija kali ini akan menurun, akibat curah hujan yang tinggi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Akibat curah hujan yang tinggi, diprediksi hasil panen palawija di Kabupaten Rembang bakal menurun dibanding pada musim tanam sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Suratmin.

Menurutnya, ada sekitar seribu hektare lahan pertanian palawija yang terdapat di tiga kecamatan di Rembang. Yakni di Kecamatan Pamotan, Sarang dan Kragan. Sebagian besar, tanaman palawija tersebut, kini baru berusia 2 bulan.

“Jika melihat kondisi curah hujan yang tinggi seperti ini, bisa dimungkinkan berdampak terhadap perkembangan tanaman palawija kurang maksimal. Tentunya, hasilnya juga bisa menurun, dibanding pada musim tanam lalu,” ujarnya.

Ia katakan, untuk musim tanam sebelumnya, untuk satu hektare lahan pertanian yang ditanami palawija bisa menghasilkan sekitar 1,5 ton, dengan harga jual sekitar Rp 6 hingga Rp 8 juta. Namun, jika curah hujan tinggi seperti ini, dimungkinkan hasil panen bisa menurun hingga 800 kilogram per satu hektare.

Untuk itu, dirinya berharap petani bisa membuat saluran air yang bagus, sehingga tanaman palawija yang ditanam tidak terendam banjir, sehingga mengakibatkan hasilnya nanti tidak maskimal dan bahkan petani bisa merugi.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →