Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

MUI Rembang Prihatin Minimarket Jual Kondom dengan Bebas



Reporter:    /  @ 08:11:12  /  12 Oktober 2016

    Print       Email
Beragam jenis kondom yang dijual bebas di minimarket yang ada di Rembang. Terkait ini, MUI Rembang mengaku prihatin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beragam jenis kondom yang dijual bebas di minimarket yang ada di Rembang. Terkait ini, MUI Rembang mengaku prihatin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang cukup prihatin dengan pengelola swalayan yang secara bebas menjual kondom. Sehingga, remaja bisa cukup bebas untuk mendapatkan alat tersebut.Dengan kondisi seperti itu, dikhawatirkan dapat memicu perilaku kekerasan seks terhadap anak dan juga perilaku seks bebas di masyarakat.

Ketua MUI Rembang Zaenuddin Jakfar mengatakan, jika keberadaan kondom tersebut tujuannya untuk pencegahan virus HIV/AIDS, bukan dengan cara menjual bebas kondom di swalayan. Justru dengan seperti itu, akan semakin mendorong remaja-remaja melakukan seks bebas.

“Sebagai bentuk pencegahan penularan HIV/AIDS maka yang harus dilakukan adalah membuat peraturan ketat mencegah seks bebas, sebab sumber penyakit HIV/AIDS adalah pergaulan bebas. Bukan malah menyediakan kondom secar bebas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat merusak generasi muda, pihaknya mengimbau agar pengelola swalayan ataupun toko untuk selektif dalam menjual alat kontrasepsi, salah satunya kondom tersebut ke masyarakat.“Bagi pedagang harus selektif lah kalau yang beli anak-anak berusia muda ya jangan dilayani, kecuali yang beli itu orang tua yang telah berkeluarga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia katakan, para pedagang hendaknya tidak mesti memikirkan keuntungan semata. Lebih dari itu, para pedagang juga diharapkan dapat memperhatikan dampak dari penjualan kondom dan peruntukannya. “Harus selektif. Jangan sampai gara-gara memikirkan keuntungan sesaat, apa yang dilakukan para pedagang ini dapat merusak umat, merusak akhlak generasi muda. Persoalan sekarang yang timbul adalah pembeli kondom itu ada juga yang masih remaja dan dibiarkan saja,” katanya.

Dia menambahkan kondom sebagai alat kontrasepsi untuk mendukung program pemerintah tentang keluarga berencana (KB) maka disediakan di Puskesmas dan klinik kesehatan lainnya.Alasan penjualan kondom untuk mencegah dan penularan terhadap HIV/AIDS dianggap bukan solusi terbaik.

Cara yang dianggap ampuh untuk menghindari HIV/AIDS, dia menambahkan, adalah membangun karakter dan moral bagi generasi muda dan memiliki ahklak serta keimanan.

Sementara itu, salah satu pelayan di salah satu mini market di Rembang menyatakan, jika penjualan kondom, untuk per harinya tidak mesti ada yang laku. Namun demikian, dirinya mengakui jika pernah ada yang membeli kondom masih remaja, kisaran 17 tahun. “Apakah dia sudah menikah atau masih sekolah saya tidak tahu,” ujar pelayan yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →