Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Musim Hujan Tiba, Petani Garam di Rembang Merugi



Reporter:    /  @ 07:04:20  /  12 Oktober 2016

    Print       Email
Beberapa garam milik petani yang masih tersisa. Datangnya musim hujan ini, membuat sebagian petani garam merugi, karena garam yang sudah dipanen larut kembali oleh air hujan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa garam milik petani yang masih tersisa. Datangnya musim hujan ini, membuat sebagian petani garam merugi, karena garam yang sudah dipanen larut kembali oleh air hujan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah petani garam di Kabupaten Rembang mengalami kerugian. Ini menyusul curah hujan yang beberapa pekan terakhir ini cukup tinggi. Dengan kondisi seperti itu, garam yang sudah dipanen petani kembali larut menjadi air, sebelum sempat dijual.

Anto (47), salah satu petani garam di Kecamatan Kaliori, Rembang, mengaku, dirinya mengalami kerugian higga jutaan rupiah. “Garam yang panen sekitar 6 ton, dan itu larut menjadi air kembali karena hujan turun. Dengan jumlah itu, kira-kira kerugian materi yang alami sekitar Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Menurutnya, musim hujan tahun ini cukup sulit diprediksi. Jika tahun sebelumnya, pada awal Oktober, dirinya masih bisa memproses garam dan sempat untuk memanen, namun tahun ini justru hujan sudah turun sejak September lalu.

“Sepertinya musim hujan kali ini maju. Sebab tahun kemarin saja, awal Oktober masih bisa memproses garam. Ya setidaknya bisa memproduksi garam sekitar 6 ton. Akan tetapi untuk saat ini saya harus lega dengan menjual garam sisa produksi beberapa waktu lalu sebanyak 1,5 ton saja dengan harga Rp 350 per kilogram. Sebab sisanya sudah mencair,” ucapnya.

Dia menambahkan, pada awal Oktober tahun kemarin, dirinya masih bisa memproduksi dan memanen garam sekitar 6 ton. Harga garam ketika itu Rp 500 per kilogram. “Kalau cuacanya seperti ini, tentunya kita tidak bisa produksi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →