Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Karimunjawa Jepara Digenangi Lumpur Usai Hujan Turun Sebentar



Reporter:    /  @ 16:35:36  /  11 Oktober 2016

    Print       Email
Permukiman penduduk digenangi lumpur di wilayah Karimunjawa, Jepara, Selasa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Permukiman penduduk digenangi lumpur di wilayah Karimunjawa, Jepara, Selasa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Hujan lebat disertai petir melanda Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Selasa (11/10/2016). Belum lama hujan mengguyur, air hujan menggenangi pemukiman warga. Kondisi genangan air paling parah di depan Pasar Karimunjawa di bawah Bukit Joko Tuwo. Air mengalir deras dari atas bukit membawa material tanah dan pasir.

Warga menuding air yang meluap setiap turun hujan lantaran dampak aktivitas eksploitasi wilayah perbukitan. Saat ini marak pembangunan hotel, perumahan, dan objek wisata di wilayah perbukitan. Pasalnya, air dari perbukitan yang turun menuju wilayah pemukiman warga membawa material tanah dan kerikil.

“Dulu sebelum marak pembangunan kalau hujan ya, ada genangan tapi tidak separah seperti sekarang,” kata Djati, warga Karimunjawa.

Hal senada juga dikatakan Eko Wahyudi, warga Karimunjawa. Menurutnya, genangan air itu bukan air biasa tetapi lumpur. Yakni air yang bercampur dengan tanah dan material lain seperti pasir dan batu kecil.

“Air turun kemudian menggenangi jalanan dan sebagain masuk ke rumah warga. Memang tidak begitu tinggi tetapi sangat kotor,” katanya.

Sementara itu, Camat Karimunjawa M Tahsin menyampaikan, permasalahan ini sudah berulangkali dilaporkan pihaknya kepada pemerintah kabupaten. Ia enggan menilai bahwa genangan air itu akibat dari eksploitasi tanah di Karimunjawa. Pasalnya, genangan air yang muncul setiap hujan turun ditengarai disebabkan buruknya saluran air.

“Tapi solusinya tidak hanya cukup perbaikan saluran air, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan juga tidak kalah penting,” ujar Tahsin.

Saluran air yang kini ada di wilayah pemukiman warga, Tahsin melanjutkan, tidak dapat berfungsi normal. Itu lantaran, saluran air banyak yang tersumbat sampah. Sehingga, air tak bisa mengalir kemudian meluap ke jalan dan pemukiman warga.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →