Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Depan Pintu Gerbang PT Bomin Jepara Ditutup dengan Urukan Tanah dan Batu



Reporter:    /  @ 19:15:11  /  10 Oktober 2016

    Print       Email
Karyawan dan polisi berada di depan perusahaan garmen, PT Bomin Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Karyawan dan polisi berada di depan perusahaan garmen, PT Bomin Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Jika sebelumnya urukan tanah ditaruh di depan pintu gerbang PT Bomin Permata Abadi Jepara, dengan kondisi menggunung di sisi kiri. Mulai Minggu (10/10/2016), urukan tanah itu diratakan hingga memenuhi depan pintu gerbang perusahaan garmen tersebut.

Kondisi itu menganggu semua karyawan yang datang untuk bekerja, pada Senin (11/10/2016). Mereka harus bersusah-payah melewati gundukan tanah yang melintang di akses masuk tepat di depan gerbang PT Bomin.

“Pagi-pagi kami ke Polres Jepara untuk meminta bantuan. Akhirnya sekitar pukul 09.00 WIB, petugas dari Polres Jepara bisa membantu membersihkan tanah dan batu yang ada di depan pintu gerbang,” ujar marketing PT Bomin, Kim Sookyun kepada MuriaNewsCom, Senin (11/10/2016).

Pihaknya tidak berani melakukan pembersihan batu dan tanah yang ada di depan perusahaan secara sendiri. Sebab, itu bukan menjadi wilayah dan tanggung jawabnya, sehingga harus melaporkan peristiwa itu ke pihak keamanan.

“Sebelum polisi datang, karyawan masuk ke perusahaan dengan susah payah. Setelah dibantu polisi membersihkan tanah dan batu itu, bisa berangsur normal. Tetapi, karyawan masih pada takut,” kata warga berkebangsaan Korea tersebut.

Sampai saat ini pihaknya masih belum bisa melakukan tindakan yang lebih. Yang hanya bisa dilakukan adalah melakukan pelaporan ke pihak-pihak terkait, seperti kemanan maupun ke pemerintah Kabupaten Jepara.

“Karyawan yang bekerja di sini sekitar 1.900 orang. Semua karyawan harus dilindungi. Mereka harus bisa bekerja dengan baik dan nyaman,” katanya.

Seperti diberitakan, PT Bomin tengah berhadapan dengan sekelompok warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pendosawalan (AMP). Mereka meminta agar PT Bomin bersedia memperbaiki akses jalan desa yang melintas di sekitar PT Bomin dengan cara dibeton. Jika tidak dilakukan, mereka akan menutup akses keluar masuk perusahaan dengan menguruk jalan yang ada tepat di depan pintu gerbang.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →