Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

6 Rumah di Grobogan Hanyut Diterjang Banjir



Reporter:    /  @ 17:39:48  /  10 Oktober 2016

    Print       Email
 Terlihat dua orang menaiki batang pisang yang telah dirangkai untuk alat menyeberang karena tingginya air banjir yang melanda sebagian wilayah di Grobogan, Senin (10/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Terlihat dua orang menaiki batang pisang yang telah dirangkai untuk alat menyeberang karena tingginya air banjir yang melanda sebagian wilayah di Grobogan, Senin (10/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Banjir yang menerjang tiga wilayah Kecamatan di Grobogan sejak Minggu (09/10/2016) mengakibatkan enam rumah penduduk hanyut diterjang derasnya air. Rinciannya, tiga rumah hanyut ada di Desa Kemiri dan tiga lainnya di Desa Kuwaron. Kedua desa ini berada di wilayah Kecamatan Gubug.

Selain rumah hanyut, ada ribuan rumah yang kemasukan air. Rinciannya, di Desa Rowosari 300 rumah, Kemiri (450) Papanrejo (300), Ngroto (600), dan Kuwaron (1.200). Desa-desa ini berada di wilayah Kecamatan Gubug.

Kemudian, di Desa Ketanggirejo dan Sukorejo di Kecamatan Tegowanu, sedikitnya ada 500 rumah terendam air. Sedangkan di Desa Tinanding, Kecamatan Godong ada 400 rumah yang terendam. Disamping rumah, ada ribuan hektar lahan pertanian yang kebanjiran.Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah bervariasi. Antara 20 centimeter hingga 1,5 meter.

“Data sementara ada 6 rumah hanyut dan lebih dari 3.000 rumah kemasukan air. Data ini bisa jadi bertambah. Untuk korban jiwa, sejauh ini belum ada laporan dan kita harapkan tidak ada,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan.

Sebagian besar pemilik rumah yang kebanjiran masih bertahan. Namun, banyak pula yang memilih mengungsi ke tempat aman sambil membawa barang berharga. Kebanyakan pengungsi ditempatkan di rumah penduduk lain yang relatif aman dari ancaman banjir.

Meski demikian, sore tadi, pihak BPBD mendirikan satu tenda pengungsi di pinggiran jalan Raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.

“Tenda pengungsi ini kita dirikan untuk langkah antisipasi jika diperlukan. Saat ini, para pengungsi bisa ditempatkan di rumah-rumah penduduk yang aman dari bencana,” kata Masrikan.

Hingga sore tadi, tim SAR dari BPBD dibantu personel dari TNI, Polri serta pramuka masih menyisir lokasi bencana. Beberapa petugas terlihat membantu warga yang ingin dipindahkan dari tempat tinggalnya karena ketinggian air terus naik.

“Sejak Senin dini hari tadi, kita ikut membantu penanangan bencana banjir. Sekitar 50 pramuka yang kita terjunkan ke sini,” kata Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno saat ditemui di lokasi bencana banjir.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →