Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Akademisi UGM Sebut Babad Pati Banyak Kelemahan Sejarah



Reporter:    /  @ 09:47:28  /  10 Oktober 2016

    Print       Email
 Sejumlah akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan pegiat sejarah Pati saat berdiskusi di Hotel Mahkota, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan pegiat sejarah Pati saat berdiskusi di Hotel Mahkota, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Akademisi Universitas Gadjah Mada, Dr Sri Margana menyebut Babad Pati masih terdapat kelemahan-kelemahan sejarah. Karena itu, Babad Pati dianggap tidak bisa menjadi rujukan utama dalam mengkaji sejarah Pati.

“Namanya juga babad, tentu masih banyak kelemahan. Apalagi, Babad Pati ditulis pada abad ke-20, sedangkan sejarah yang ditulis babad sendiri menceritakan kisah yang sangat jauh, yaitu sekitar abad ke-15 dan 16,” kata Margana, Senin (10/10/2016).

Kendati begitu, Babad Pati sebagai babad lokal juga dianggap perlu menjadi satu di antara banyak sumber yang dikomparasikan untuk meneliti sejarah. Dia berharap, peneliti sejarah di Pati bisa mengambil langkah nyata untuk menyusun sejarah Pati dalam bentuk tulisan bila bahan-bahan dari berbagai sumber sudah terkumpul.

Selama ini, lanjut Margana, sejarah Pati hanya ditulis berdasarkan satu babad dan tradisi lisan yang dikembangkan dalam cerita-cerita tutur dalam bentuk ketoprak atau kesenian lainnya. Dari sisi yang lebih luas, sejarah Pati hanya dipahami dari perspektif Mataram.

Padahal, warga Pati dinilai perlu memiliki pandangan dan perspektif sejarah sendiri agar punya sejarah yang otonom. Dengan begitu, Pati bisa memiliki rujukan sejarah dari perspektif Pati sendiri.

“Saya beberapa kali datang ke Pati bersama teman-teman pegiat sejarah Pati. Saya merasa bahwa sejarah lokal seperti babad dan tradisi lisan belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis saat berdiskusi tentang sejarah Pati. Perlu ada gebrakan agar warga Pati tidak tercerabut dari akar budaya dan sejarahnya sendiri,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →