Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tukang Laundry Diduga Disetrika, Siapa Sebenarnya Ags Sang Majikan?



Reporter:    /  @ 18:50:17  /  9 Oktober 2016

    Print       Email
kudus-art-disetrika-5-e

Tetangga rumah pasangan Ags dan Ang, majikan dari Mufiatun yang diduga mengalami penganiayaan, melihat-lihat rumah kontrakan pasangan tersebut, Minggu (9/10/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Mufiatun, (25), warga Dukuh Nglembur, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, yang diduga menjadi korban kekerasan dari majikannya sendiri, ternyata sudah tiga tahun bekerja pada sang majikan.

Kedua majikan Mufiatun, berinisial Ags dan Ang, diketahui bukanlah warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Mejobo. Mereka berdua menyewa rumah, yang diduga menjadi lokasi terjadinya aksi kekerasan berupa penyetrikaan terhadap Mufiatun tersebut.

Ketua RT 2/RW 1, Desa Jepang Pakis, Sarmidi mengatakan, setahun lalu, pasangan Ags dan Ang mendatangi dirinya, untuk melaporkan jika mereka berdua akan menjadi warga di sana.

”Mereka bilang mengontrak rumah milik Sukardi. Tetapi saat itu, memang yang didaftarkan akan tinggal di sana, ya hanya mereka berdua. Tidak ada orang lain,” katanya, saat ditemui, Minggu (9/10/2016).

Sarmidi sebagai ketua RT, juga menganggapnya wajar kalau kemudian ada warga baru yang melaporkan keberadaannya. Itu juga sebuah hal yang bagus. Namun setahun kemudian, tepatnya pada Sabtu (8/10/2016) malam, dirinya kaget saat Amini mendatanginya, dan meminto tolong karena ada pembantu di rumah Ags yang ketahuan melarikan diri dan meminta bantuan.

Menurut Sarmidi, saat itu juga dirinya menghubungi ketua RW, yang lantas menghubungi kepala desa untuk berkoordinasi. Baru saat dipertemukan di balai desa, diketahui bahwa pembantu di rumah itu diduga mengalami kekerasan. ”Kaget juga. Apalagi memang saat di balai desa, keterangan dari Pak Ags ini tidak jelas. Tidak mau menjelaskan apa yang terjadi pada pembantunya itu. Sampai akhirnya dibawa ke Polres Kudus. Saya juga ikut dimintai keterangan di kantor polisi,” paparnya.

Sebagai warga, Ags dinilai Sarmidi tidak memiliki masalah yang berarti. Bahkan, terkadang masih suka bergaul dengan warga sekitarnya. Namun apa aktivitas lebih detail, tidak diketahui dirinya. ”Saya kira ya, biasa saja dalam bergaul ya. Tidak terlihat ada gimana-gimana gitu. Biasa saja,” katanya.

Senada dengan Sarmidi, tetangga yang menemukan Mufiatun kali pertama bersembunyi dari majikannya, Amini mengatakan, keluarga Ags memang tidak banyak diketahui aktivitasnya oleh warganya. ”Kalau sudah berangkat kerja, pintu rumahnya langsung ditutup. Tidak kelihatan ada orang di dalamnya. Tidak tahu kita apa yang terjadi di dalam rumah. Sehari-hari memang sepi,” jelasnya.

Dari apa yang didengar warga, diketahui jika pasangan Ags dan Ang ini memiliki tiga usaha laundry di Kudus. Setiap hari, ada beberapa pegawai yang punya tugas masing-masing. Sebelumnya, pasangan ini membuka usahanya di wilayah Kabupaten Demak. Namun setahun belakangan ini, keduanya memilih pindah ke Kudus.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →