Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tukang Laundry Ini Diduga Disetrika Majikannya Sendiri



Reporter:    /  @ 11:18:07  /  9 Oktober 2016

    Print       Email
kudus-art-disetrika-e

Mufiatun, tukang setrika laundry, dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Minggu (9/10/2016), karena luka lama akibat dugaan disetrika oleh majikannya sendiri. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Mufiatun, (25), warga Dukuh Nglembur, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, terbaring lemah di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD dr Loekmonohadi, Kudus, Minggu (9/10/2016).

Selang infus terpasang di tangannya. Tubuhnya kurus terbalut pakaian yang terlihat sangat kumal. Sementara di sekujur tubuhnya, terdapat bekas gosong yang hampir merata di sekujur tubuh.

Mufiatun terlihat kesakitan. Dia beberapa kali memegang bagian perutnya. Saat ditanya, dia mengaku perutnya terasa perih. ”Kalau dipegang sakit. Rasanya juga perih,” katanya lemah.

Luka perut yang membuatnya sakit dan nyeri itu, berasal dari bekas luka bakar yang ada di sana. Menurutnya, luka itu didapat karena terkena setrika panas, pada Juni 2016. ”Itu luka karena disetrika majikan saya. Kejadiannya sebelum puasa lalu,” jelasnya.

Mufiatun mengaku bahwa dirinya kabur dari rumah majikannya, di Desa Jepang Pakis, Kecamatan Mejobo, pada Sabtu (8/10/2016). Sekitar pukul 23.00 WIB, dirinya tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang mendera bagian perutnya.

Asisten rumah tangga yang sehari-hari dipekerjakan sebagai tenaga setrika laundry ini, lantas meminta bantuan kepada tetangga sebelah rumah majikannya. ”Soalnya saya tidak betah sakitnya. Makanya saya ingin berobat. Tidak betah lagi, makanya keluar dari rumah itu,” terangnya.

Oleh sang tetangga, dia kemudian dibawa ke rumah ketua rukun tetangga (RT) setempat. Setelah mengetahui kondisi Mufiatun, warga lantas membawanya ke kantor polisi untuk meminta pertolongan.

Warga dibantu petugas kepolisian, kemudian membawa Mufiatun ke RSUD dr Loekmonohadi Kudus, untuk diperiksa kondisinya. Dia datang di RSUD sekitar pukul 23.55 WIB.

Hingga Minggu (9/10/2016) pagi, kondisi Mufiatun masih sangat lemah. Perempuan itu, hanya mampu berbicara secara terbata-bata. Dia ditunggui oleh salah seorang pekerja laundry lain, yang juga sama-sama karyawan di rumah sang majikan.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →