Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Akses Jalan Pabrik Garmen PT Bomin Jepara Tertutup Urukan Tanah



Reporter:    /  @ 16:00:32  /  8 Oktober 2016

    Print       Email
jalan

Dua petugas sekuriti memandangi urukan tanah yang menutup akses PT Bomin Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Akses jalan di depan pintu masuk perusahaan garmen PT Bomin Permata Abadi Jepara diancam tutup total oleh sekelompok warga dari Aliansi Masyarakat Pendosawalan (AMP), Sabtu (8/10/2016). Ancaman tersebut tidak hanya dilontarkan secara lisan dan tulis, tapi juga dengan menempatkan tanah padas di depan pintu gerbang.

Tanah yang ditempatkan di depan pintu gerbang perusahaan tersebut sebanyak tiga truk. Pertama dilakukan pada Sabtu (1/10/2016) dengan menempatkan urukan tanah di sisi kanan dan kiri gerbang, kedua dilakukan pada Senin (3/10/2016) dengan menempatkan urukan tanah tepat di depan pintu gerbang.

Meskipun PT Bomin tersebut berlokasi di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, namun akses keluar masuk berada di wilayah Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan. Itu terjadi lantaran letak perusahaan ada di perbatasan di antara dua desa tersebut. Praktis, gundukan tanah yang ditempatkan oleh AMP tersebut menghalangi aktivitas perusahaan, terutama kendaraan besar yang keluar masuk.

“Aktifitas PT Bomin sangat terganggu dengan itu. Sangat terasa ada upaya kesengajaan untuk menutup akses keluar masuk perusahaan dari AMP. Mereka mengancam akan menambah urukan tanah  sampai ketinggian satu meter di depan gerbang,” ujar Karyani, kuasa hukum PT Bomin kepada MuriaNewsCom, Sabtu (8/10/2016).

Pihaknya tidak berani melakukan tindakan apapun terkait keberadaan tanah yang menghalangi akses keluar masuk perusahaan. Sementara ini mereka hanya akan melakukan aduan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara dan aparat penegak hukum.

“AMP meminta agar perusahaan melakukan pengecoran jalan hingga beberapa ratus meter. Tetapi karena alasan keuangan yang terbatas, dan tidak menjadi kewajiban bagi perusahaan, maka perusahaan keberatan. Perusahaan hanya sanggup berpartisipasi membantu saja, apalagi informasinya jalan tersebut mulai dilakukan pembangunan dan perbaikan dari pemerintah desa,” jelasnya.

Sementara itu, pengurus AMP, Masruh mengatakan, pihaknya memang sengaja akan menguruk akses jalan keluar masuk PT Bomin. Alasannya, depan pintu gerbang PT Bomin merupakan akses jalan masyarakat sekitar. Pihaknya mewakili masyarakat sekitar, mengklaim berhak melakukan perbaikan jalan termasuk menguruk depan pintu PT Bomin agar sejajar dengan sisi kanan dan kiri perusahaan tersebut.

“Kanan dan kiri gerbang PT Bomin itu ada jalan kecil yang sering digunakan untuk aktivitas warga. Namun, khusus di depan pintu PT Bomin itu terputus, ketinggian tidak rata karena dikeruk. Kami menginginkan agar PT Bomin bersedia membangun jalan di sekitar perusahaan sampai ke arah perumahan. Kalau tidak, kami akan melakukan pengurukan jalan tepat di depan pintu gerbang mereka,” kata Masruh secara terpisah.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →