Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Lakukan Eksplorasi Migas di Jateng, PHE Randugunting Tak Pernah Dapatkan Hasil Maksimal, Bagaimana dengan di Rembang?



Reporter:    /  @ 17:12:11  /  7 Oktober 2016

    Print       Email
General Manajer PT. PHE Randugunting Abdul Mutalob Masdar (baju hitam) saat pemaparan proyek ekplorasi migas di Desa Krikilan, Kamis (06/10/2016) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

General Manajer PT. PHE Randugunting Abdul Mutalob Masdar (baju hitam) saat pemaparan proyek ekplorasi migas di Desa Krikilan, Kamis (06/10/2016) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting berdiri sejak 2007 lalu. PHE Randugunting memiliki wilayah kerja meliputi Kabupaten Rembang, Blora, Pati, Grobogan dan Tuban.

Hingga kini, PHE Randugunting telah melakukan pengeboran di beberapa wilayah di Jawa Tengah, namun tidak pernah menampakkan hasil yang memuaskan di hampir semua sumur-sumur yang dilakukan pengeboran kering (dry). Jika pun ada, kadarnya sangat rendah dan tidak layak untuk dieksploitasi.

Pada tahun 2016 ini, SKK Migas kembali mempercayai PHE Randugunting untuk melaksanakan pengeboran sumur eksplorasi di Kabupaten Rembang, tepatnya di Desa Krikilan, sebagai upaya terakhir untuk pencarian data dan pembuktian keberadaan hidrokarbon (migas) di wilayah kerjanya.

General Manajer PT. PHE Randugunting Abdul Mutalob Masdar mengutarakan, Desa Krikilan dipilih untuk pengeboran eksplorasi dikarenakan pada tahun 1996 Pertamina pernah membuktikan keberadaan gas bumi di wilayah tersebut melalui pengeboran sumur randugunting (RGT-1) yang terletak tidak jauh dari lokasi pengeboran RGT-2. Namun demikian, untuk memastikan keberadaan lebih lanjut atas cadangan potensi gas bumi tersebut, maka diperlukan konfirmasi ulang agar potensi migas didaerah ini dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Pengeboran sedalam 1.500 meter tersebut akan mulai dilaksanakan pada 15 November 2016 dan diharapkan pada tanggal 24 Desember 2016 sudah ada hasil dari kegiatan eksplorasi. Dalam 40 hari kerja tersebut, bakal mengahabiskan biaya sebesar $ 3.5 juta atau sekitar Rp 35 miliar. Sebenarnya anggarannya itu sebesar $ 4 juta hingga $ 5 juta. Akan tetapi untuk di Rembang ini pihaknya telah diberikan angaran sekitar $ 3.5 juta. Anggaran itu merupakan sebuah penghematan kita. Dan mudah mudahan nantinya pada 24 Desember nanti suidah mendapatkan hasil yang bagus. Jika hasil eksplorasi tidak memuaskan maka eksplorasi diwilayah randugunting akan dihentikan,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →